
Jakarta, CyberNews. Terkait konflik perbatasan dengan negara Malaysia, pemerintah Indonesia siap menghadapi negara tetangga yang masih satu rumpun itu di meja perundingan. Menurut Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, Indonesia siap menghadapi Malaysia melalui jalan perundingan untuk menyelesaikan konflik perbatasan baik darat maupun laut.
Untuk itu, lanjut Purnomo, pemerintah melalui Kementrian Pertahanan dan Kementrian Luar Negeri telah menyiapkan data, fakta, dan ketentuan hukum yang akan menjadi bukti-bukti batas wilayah RI yang berbatasan langsung dengan Malaysia baik darat maupun laut.
Berdasar catatan Kementerian Dalam Negeri ada 10 masalah perbatasan darat RI-Malaysia yang belum selesai antara lain: pengukuran ulang di perbatasan Tanjung Datu karena hasil pengukuran bersama tidak sesuai; perbatasan Gunung Raya, garis batas Gunung Raya I dan II, hasil 'joint survey' tidak dapat disepakati oleh kedua belah pihak; di Pulau Sebatik, tim survei dari dua negara menemukan tugu di sebelah barat P Sebatik berada pada bagian Selatanposisi yang seharusnya 4 derajat, 20", sehingga RI dirugikan dan masih ada beberapa masalah perbatasan lainnya.
Keinginan Indonesia untuk mempercepat perundingan antar dua negara dikarenakan terakhir terjadi insiden penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh aparat Malaysia di wilayah perairan Indonesia, di sekitar Kepulauan Riau beberapa waktu lalu.
( Ant / CN14 )