
Yogyakarta, CyberNews. Peristiwa hilangnya sejumlah koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta, hendaknya dijadikan refleksi bagi para pekerja museum. Pencurian yang baru pertama kali terjadi di museum itu diminta dijadikan sebagai bahan introspeksi diri.
"Mari kita kompakkan kembali koordinasi antara masing-masing kepala museum. Jangan sampai di antara kita saling muncul prasangka buruk. Tapi kita jadikan musibah ini sebagai pelajaran bersama," ujar Ketua Umum Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY, KRT Haryonagoro.
Menurutnya, tidak ada salahnya jika seluruh kepala museum di DIY menangis bersama dalam aksi keprihatinan yang digelar di Museum Sonobudoyo, Jumat (20/8), sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama antar pengelola museum.
"Agar semua merasakan sakitnya keadaan ini. Tapi ini harus menjadi pelajaran kita bersama untuk menjaga koleksi warisan budaya," tandasnya.
Kepala Museum Sonobudoyo, Drs Martono menyatakan sangat berterima kasih atas keprihatinan yang disampaikan segenap koleganya itu. Selain melakukan doa bersama, mereka juga saling saling tukar informasi maupun pengalaman dalam menjaga dan merawat koleksi bagi kebaikan Museum Sonobudoyo ke depan.
Sebagaimana diberitakan, sejumlah koleksi museum Sonobudoyo di kawasan Jl Trikora, Alun-alun Utara Yogyakarta, hilang
digasak pencuri. Pencuri yang diduga beraksi pada Rabu (11/8) dini hari, membawa kabur sejumlah koleksi mahal benda bersejarah. Di antaranya Topeng Emas merupakan koleksi dari Kerajaan Majapahit sekitar abad 14 hingga 15 masehi.
Museum Sonobudoyo sendiri memiliki 43 ribu lebih koleksi yang terdiri dari 10 jenis koleksi. Salah satunya ialah koleksi jenis emas yang masuk dalam kategori purbakala. Beberapa koleksi dari jenis emas ini lah yang dibawa lari oleh pencuri beberapa waktu lalu.
Sementara itu sejauh ini belum keterangan lebih lanjut hasil pelacakan pihak kepolisian. Sedangkan menurut anggota Komisi D DPRD DIY, Putut Wiryawan, selain mengandalkan pihak Kepolisian, Dinas Kebudayaan seharusnya bisa melibatkan masyarakat umum untuk menemukan koleksi benda yang dicuri tersebut.
( Asril Sutan Marajo / CN16 )