
Jakarta, CyberNews. Kasus penahanan terhadap tiga petugas Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Indonesia oleh polisi Malaysia di perairan Kepulauan Riau akhir pekan lalu, menuai kritik keras dari PDI Perjuangan. Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PDI Perjuangan, Andreas Pareira, menilai lemahnya diplomasi dan kurang tegasnya sikap dari pemerintah Indonesia terhadap insiden antar negara tersebut. "Pemulangan tiga petugas DKP dan tujuh nelayan Malaysia ke negara masing-masing semata-mata hanya sebagai diplomasi barter. Ini adalah kado terburuk saat Republik ini memperingati hari ulang tahunnya," tegasnya.
Penyelesaian insiden perairan antar negara ini, tambah Andreas, menunjukkan pemerintahan SBY lebih memilih opsi diplomasi "thousand friends zero enemy" seperti yang disampaikan presiden di depan DPR dan DPD sehari sebelum peringatan HUT RI Ke-65 dibandingkan mempertahankan kedaulatan republik ini.
Pemerintah terkesan lebih menonjolkan citra daripada mempertahankan dan membela petugas penjaga perbatasan yang sedang menjalankan tugas. "Bagi para penjaga perbatasan, ini merupakan ancaman moral karena tidak adanya perlindungan dari pemerintah terhadap mereka selama bertugas," lanjut Andreas.
( dtc / CN14 )