
Semarang, CyberNews. Dua orang tewas setelah tersambar kereta api ekonomi jurusan Bojonegoro-Semarang di perlintasan tanpa palang pintu Jalan Cilosari Raya, Kemijen, Semarang Timur, Kota Semarang, Selasa (17/8) pukul 18.00. Korban diketahui bernama Wisnu (12) warga Cilosari RT 4 RW 7, Kemijen, Semarang Timur tewas seketika di tempat kejadian perkata. Sementara Rusmini (50), ibu Wisnu meninggal di perjalanan menuju RSI Sultan Agung Semarang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula ketika ibu dan anaknya itu hendak pulang ke rumah setelah berkunjung ke rumah putrinya yang lain bernama Ratna di kampung YYS Margorejo yang ada di seberang sungai Banjirkanal Timur. Tujuan ibu dan anaknya itu hendak menjenguk cucunya.
Menjelang waktu berbuka puasa, keduanya kemudian pulang. Namun, karena waktu berbuka hampir tiba, kedua korban melalui jalan pintas dengan melewati jalur rel kereta api yang membentang di atas Banjirkanal Timur agar cepat sampai rumah. Namun, ketika berada di tengah jalur kereta, tanpa mereka sadari, dari arah timur meluncur KA jurusan Bojonegoro-Semarang dan langsung menghantam keduanya hingga terseret sekitar 25 meter.
Sri Supatmi (50), warga sekitar, mengatakan, masinis kereta sebelumnya telah membunyikan tanda peringatan. Diduga karena suara itu tidak terdengar, sehingga korban tidak menyadari terdapat kereta di belakangnya. "Saya mendengar suara benturan dan jeritan sangat keras. Warga yang lain juga mendengar. Mereka langsung keluar untuk mencari tahu terjadi peristiwa apa," kata dia.
Ternyata mereka mendapati ada orang yang tersambar kereta api. Warga yang datang sudah mendapati Wisnu dalam kondisi meninggal dunia di lokasi dengan luka sangat parah. Sementara Rusmini sempat dilarikan ke RSI Sultan Agung, namun, jiwanya tidak bisa terselamtkan ketika dalam perjalanan. Petugas dari Polrestabes Semarang dan Polsek Sidodadi yang menerima laporan langsung ke lokasi dan mengevakuasi jenazah Wisnu ke RSI Sultan Agung Semarang. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi-saksi perihal terjadi peristiwa itu.
( Rosyid Ridho / CN12 )