
Temanggung, CyberNews. Tingginya frekuensi hujan yang terjadi di Kabupaten Temanggung, menyebabkan hampir setengah dari jumlah tanaman tembakau yang ada di kawasan utara atau di wilayah Gunung Perahu rusak.
Menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, Tunggul Purnomo masa tanam di wilayah utara biasanya mulai lebih awal dibandingkan bagian selatan. "Dengan curah hujan yang tinggi di wilayah utara, maka jumlah tanaman tembakau yang rusak juga lebih banyak," jelasnya.
Tunggul juga memperkirakan, dengan masih berlangsungnya hujan di wilayah Kabupaten Temanggung, kemungkinan kecil tembakau kualitas terbaik jenis "srintil" tidak akan muncul. Karena, tambahnya, tembakau jenis "srintil" akan muncul dengan keadaan cuaca yang berlebih panasnya.
Ia hanya menghimbau kepada petani agar tetap menjaga kualitas standar dari pabrik rokok. Walaupun secara umum keadaan cuaca tidak memungkinkan.
( MIOL / CN14 )