
Kudus, CyberNews. Berbekal alas kain terpal, Suwandi (28) menggeluti bisnis penjualan sepatu dan sendal buatan lokal. Lelaki lajang asal Kecamatan Tanggul Angin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur itu, memilih lokasi tepian Jalan Raya Kudus - Jepara, sebagai tempat untuk menjaring pembeli.
Meski tanpa atap atau bahkan tak ada tembok, "kios sederhana" milik Suwandi yang hanya dinaungi pohon peneduh ini cukup ramai. Strategi mendisplai ratusan pasang sepatu dan sendal di tepi jalan tersebut cukup jitu. Pengguna jalan yang melintas menepikan kendaraannya. Sebagian besar mereka adalah pengendara sepeda motor, namun tak jarang pula terlihat para calon pembelinya mengendarai mobil mewah.
Sepatu atau pun sendal yang dijual itu seluruhnya model untuk pria, desain dan warnanya cukup menarik. Mulai dari sepatu casual, high heels, boots, pantofel hingga sepatu kantoran. Bentuk modelnya beragam, tak kalah variatif jika dibandingkan sepatu branded seperti Gucci, Paul Smith, Puma, Merrel atau merek lainnya. "Sepatu ini hasil pengrajin tetangga-tetangga di kampung. Sebelumnya, saya pernah memasarkannya di Bekasi, dan di sejumlah kota lain di Sumatera serta Kalimantan," ujar Suwandi, yang telah menekuni pekerjaannya sebagai pedagang sepatu sejak 9 tahun lalu itu.
Meski pabrikan lokal dan buatan tangan, kualitas sepatu dan sendal garapan Industri Sidoarjo ini tak kalah dengan merek yang telah go international. Kualitas kulitnya terjamin, jahitannya rapi, lurus, dan sol sepatu dipastikan kuat. Selain bahan dari kulit, sepatu yang dijual oleh Suwandi sebagian di antaranya berbahan baku oscar atau plastik atau imitasi. ''Saya jamin minimal satu tahun sepatu ini tidak akan rusak,'' ujar Suwandi, penuh percaya diri.
Lantas, bagaimana dengan harganya? Pembeli tidak perlu merogoh kocek banyak. Untuk sepatu yang dibandrol dengan harga sekitar Rp 400 ribu di pusat perbelanjaan, Suwandi menjualnya hanya dengan harga Rp 120 ribu. Ada pula sepatu seharga Rp 55 ribu atau sendal seharga Rp 40 ribu.
Tingkat harga yang miring dengan diimbangi kualitas bersaing itu, membuat produk lokal dalam negeri ini banyak diminati warga setempat. Selama empat tahun berjualan di Kota Kudus, Suwandi telah banyak meraup rupiah. "Dalam sehari rata-rata terjual 10 pasang sepatu dan sendal, dengan nilai omzet sekitar Rp 800 ribu-Rp 1,2 juta," ujar lelaki berkulit legam, yang mengaku selalu tidur di dalam mobil boks yang diparkir di SPBU selama berjualan di Kudus itu.
( Adi Prianggoro / CN12 )