panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
14 Agustus 2010 | 10:38 wib
Balar: Jangan Cepat Menyimpulkan Makam Sebagai BCB
image

KOMPLEKS MAKAM: Penemuan kompleks makam di Dukuh Kerengan, Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati Kudus nantinya akan dilakukan penelitian oleh Balar Yogyakarta. (SM CyberNews/ Ruli Aditio)

Kudus, CyberNews. Balai Arkeologi (Balar ) Yogyakarta mengimbau jangan cepat menyimpulkan bahwa makam kuno yang ditemukan di Dukuh Kerengan, Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati Kudus adalah termasuk benda cagar budaya (BCB).

Kepala Balar Yogyakarta, Siswanto saat dikonfirmasi soal penemuan makam kuno tersebut mengatakan, pihaknya mengimbau kepada pihak-pihak terkait jangan langsung menyimpulkan bahwa makam kuno tersebut merupakan makam peninggalan jaman purbakala.

"Meskipun kami belum melihat secara langsung kami mengimbau agar pihak terkait tidak cepat menyimpulkan bahwa makam tersebut peninggalan purbakala, atau bahkan bisa jadi hanya peninggalan leluhur warga sekitar," katanya.

Memang nantinya akan dilakukan penelitian, dan pihaknya saya masih menunggu surat penelitian  dari Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus. "Secara lisan kami sudah diundang oleh Disbudpar namun kami masih menugu surat dinas yanag nantinya akan dikirim," ujaranya.

Ditanya soal rencana awal melakukan penelitian makam tersebut, pihaknya menjelaskan yang jelas pada awalnya nanti kami akan lakukan identifikasi dulu. "Mulai dari desain, corak, serta gaya bangunan pada makam tersebut, setelah itu kami lakukan penelitian lebih lanjut guna mengetahui berapa usia bangunan tesebut serta riwayat keadaan lingkungan di sekitarnya," jelasnya.

Dari hasil penelitian tersebut nantinya akan diketahui riwayat bangunan tersebut  apakah dari jaman purbakala atau hanya dari peninggalan nenek moyang masyarakat sekitar. "Hasilnya diperoleh setelah penelitian dilakukan," imbuhnya. Disinggung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk penelitian tersebut berlangsung, pihaknya tidak banyak berkomentar.

"Kita lihat saja nanti fakta di lapangan, apakah ada tingkat kesulitan tertentu yang membutuhkan banyak waktu atau tidak," katanya.

( Ruli Aditio / CN27 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 13:50 wib
Dibaca: 123
26 Mei 2012 | 13:25 wib
Dibaca: 147
26 Mei 2012 | 13:11 wib
Dibaca: 181
26 Mei 2012 | 12:49 wib
Dibaca: 293
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER