
Yogyakarta, CyberNews. Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta akan memperketat pengamanan Museum Sonobudoyo menyusul aksi pencurian sejumlah koleksi benda bersejarah berupa perhiasan emas beberapa hari lalu.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Djoko Dwiyanto mengatakan, peningkatan instrumen pengamanan ini meliputi dua aspek yakni barang maupun sumber daya manusia (SDM) yang ditempatkan di museum yang didirikan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII tersebut.
"Kami akan lebih memperketat lagi pengamanan di Museum Sonobudoyo, khusunya pengamanan terhadap benda-benda koleksi yang ada di dalamnya," kata.
Menurut dia, dari sisi pengaman barang yang akan dilakukan antara lain, mengoptimalkan instrumen pengaman seperti sistem alarm maupun kamera ’closed circuit television’ (CCTV) yang dipasang di dalam museum. Saat ini sistem alarm maupun kamera CCTV kurang dapat berfungsi optimal karena sudah tua.
"Kamera CCTV yang terpasang saat ini sudah berusia lebih dari 10 tahun dan masih bersifat manual yakni baru akan berfungsi atau menyala jika ada pengunjung yang masuk museum," katanya.
Seperti diberitakan, sejumlah koleksi perhiasan emas Museum Sonobudoyo Yogyakarta di Jalan Trikora, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (11/8) raib dari tempatnya karena dicuri. Benda koleksi yang hilang adalah yang disimpan di tiga lemari kaca di ruangan koleksi emas Museum Sonobudoyo.
Berdasarkan laporan pengelola museum koleksi yang hilang meliputi satu buah perhiasan emas bentuk bulan sabit, empat buah lempengan "silhuette", satu topeng emas, satu lempeng emas. Kemudian, dua lempengan perak, 19 fragmen perhiasan, perhiasan berbentuk ular, Patung Dewi Tara, dan Patung Awalokitesworo, serta puluhan perhias emas kuno lainnya.
( KCM / CN27 )