
Rembang, CyberNews. Setelah dikabarkan hilang secara misterius di perairan Pulau Gosong, Kecamatan Lasem, Jasad Masduki (40), nelayan warga Desa Leran, Kecamatan Sluke akhirnya ditemukan, Jum’at (13/8) pagi.
Tubuhnya tak sengaja masuk ke jaring milik nelayan asal Desa Bonang, Kecamatan Lasem, sekitar pukul 08.30. Setalah diangkat ke perahu, jasad bapak dua anak itu langsung dibawa menepi oleh dua nelayan asal Desa Binangun, Nawi (45) dan Widi (25).
“Kami diserahi nelayan asal Bonang untuk mengantar jasad korban menepi. Kebetulan saat itu juga banyak warga Leran yang masih menyisir perairan Pulau Gosong,” terang Nawi, kemarin.
Masduki diketahui hilang saat tengah melaut di sekitar Pulau Gosong, Kamis siang. Kabar hilangnya Masduki membuat geger warga Leran, karena perahu yang digunakannya masih utuh. Abdur Rozak (33), tetangga korban yang kali pertama mengethui peristiwa itu juga menemukan jaring yang digunakan korban masih terpasang di perahu.
Rozak menuturkan, sebelum kejadian, tiba-tiba muncul angin kencang disertai ombak setinggi lebih dari satu meter. Kuat dugaan, korban kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh ke laut. “Saat saya tengok ke perahunya, Masduki sudah tak ada lagi,” terangnya,
Jasad suami Kamni (40), yang tiba di Pantai Leran sekitar pukul 10.00 itu langsung disambut puluhan warga tetangganya. Istri dan anak korban terlihat syok mendapati suami dan bapaknya itu telah tewas tenggelam di laut. “Masduki langsung dimakamkan hari ini juga,” ujar Musyrofah, saudara korban.
Kapolres Rembang AKBP Susilo Teguh Rahardjo melalui Kapolsek Sluke AKP Binuka menegaskan, tak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh koran. Kuat dugaan, kata dia, korban meninggal karena jatuh dan terseret arus laut, hingga akhirnya tewas.