
Yogyakarta, CyberNews. UGM meresmikan sentra industri kerajinan serat alam di Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo.
Peresmian tersebut ditandai dengan pembukaan selubung gapura jalan masuk menuju Desa Salamrejo oleh Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (WRSP3M) UGM, Prof Dr Retno S Soedibyo MSc Apt. Disaksikan oleh Wakil Bupati Kulonprogo Drs Mulyono dan Kepala Desa Salamrejo R Harjanto Supadmo.
Menurut Prof Retno, pembukaan sentra industri kerajinan hasil binaan program KKN PPM UGM itu, diharapkan para perajin bisa bersaing untuk menjual produknya hingga ke mancanegara. Kendati begitu, lebih ditekankan agar para perajin lebih memperhatikan kontrol kualitas produk. ''Jika tidak ada standar kontrol kualitas produk, saya kira sulit bersaing. Di Indonesia, kontrol kualitas harus lebih diutamakan,'' ujarnya.
Produk kerajinan yang berasal dari bahan baku serat alam, memiliki daya saing di perdagangan internasional. Apalagi saat ini, sedang tren pengembangan produk yang berwawasan lingkungan.
Wakil Bupati Kulonprogo Mulyono, menyambut baik pembukaan sentra kerajinan serat alam di Kulonprogo. Dia mengharapkan agar mahasiswa KKN PPM UGM terus bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah untuk melakukan hal yang sama di kabupatennya. ''Program ini harus terus berlanjut di masa mendatang. Dengan pengembangagn serat alam, justru lebih dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,'' ujarnya.
Sementara Kepala Desa Salamrejo Harjanto mengatakan, Desa Salamrejo merupakan desa para perajin. Hampir semua warga desanya, berprofesi sebagai perajin. Dengan adanya pembukaan sentra industri kerajinan, diharapkan mampu menyedot wisatawan untuk datang ke Desa Salamrejo.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr Arif Wibisono menyebutkan, terdapat sekitar 900 perajin serat alam di Desa Salamrejo. Ditambahkan, desa tersebut potensial dikembangkan sebagai sentra industri kerajinan seperti sentra kerajinan keramik yang ada di Kasongan Bantul.
Melalui pelatihan rutin pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kreativitas melakukan inovasi produk dan penguasaan teknologi informasi. "Ke depan diharapkan perajin memiliki ''show room'' di sepanjang jalan Desa Salamrejo," ujarnya.
Untuk mendukung Desa Salamrejo sebagai sentra industri dan wisata kerajinan serat alam, katanya, mahasiswa KKN PPM UGM dalam dua tahun terakhir tidak hanya membangun sarana fisik berupa gapura dan peta sentra industri sebagai identitas desa, tetapi juga melaksanakan berbagai program pendukung, di antaranya analisis postur kerja para perajian, manajemen limbah dan penyuluhan pewarna alami, pengembangan desain dan inovasi, dan penyuluhan sistem pemasaran dan kewirausahawan.
( Bambang Unjianto / CN13 )