
Semarang, CyberNews. Gubernur Bibit Waluyo menantang para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI untuk mengoptimalkan potensi ekonomi di Jateng. Dalam pembukaan Rakerda XI BPD HIPMI Jateng di Hotel Pandanaran, Minggu (8/8). Gubernur memaparkan besarnya potensi ekonomi, khususnya UMKM, dengan ditandai banyak klaster.
"Klaster produk apa saja ada. Tinggal bagaimana memasyarakatkannya. Ini yang harus bisa dikerjakan HIPMI, yang salah satu manfaat menjadi anggotanya bisa memiliki jaringan luas. Pengusaha Jateng harus bisa besar di Jateng. Pengusaha muda harus turun ke masyarakat," kata dia dengan gaya bicara yang khas.
Gubernur menyampaikan visi ''Bali Ndeso Mbangun Ndeso'' itu intinya tetap menciptakan kesejahteraan. Pemerintah menyediakan infratsruktur, di antaranya membangun jalan tol Semarang-Ungaran, Waduk Jatibarang untuk pembangkit energi dan wisata serta, kolam retensi untuk pengendalian banjir.
"Realisasinya ayo nyambut gawe. Bank Jateng sudah ada dana. Silahkan dimanfaatkan. Tinggal panjenengan piye? prospeke piye? jaringane piye? Yakinkan bahwa anda bisa menggerakkan usaha. Bank pasti membiayai," lanjutnya.
Rakerda tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Semarang Hendi Hendrarprihadi, Ketua DPP HIPMI Erwin Aksa didampingi jajaran pengurus lainnya, pengurus BPC HIPMI se-Jateng serta undangan organisasi kepemudaan lainnya.
Ketua Dewan Pembina HIPMI Jateng Kukrit SW menegaskan, pengusaha muda mendukung program ''Bali Ndeso Mbangun Deso'' yang dicanangkan Pemprov. Di HIPMI, keanggotaannya didominasi UMKM dengan prosentase 80%. Itu merupakan kerja nyata untuk turut mengembangkan ekonomi, selain program-program yang dijalankan. Ada pelatihan dan pendampingan UMKM yang baru-baru ini bekerja sama dengan Bank Jateng dan bahkan jumlah peserta yang besar itu tercatat dalam MURI.
''Bukan hanya mendorong sukses bisnis, kami juga akan bekerja sama dengan ESQ untuk meningkatkan kualitas rohani,'' katanya.
Sementara itu Ketua DPP HIPMI Erwin Aksa mengatakan, keberadaan HIPMI sebagai organisasi sosial berusaha untuk menjadi wirausaha sebagai budaya. Kegiatan yang diperjuangkan di antaranya mendorong mahasiswa untuk mau menerjuni wirausaha,
mendorong perbankan mengucurkan kredit, serta turut berusaha menekan tingginya kenaikan TDL oleh Pemerintah. Selain itu juga mendesak Pemerintah untuk tidak terlalu tunduk pada kebijakan ekonomi internasional.
"Bila ke dalam, manfaat HIPMI bisa untuk memperkuat jaringan usaha. Sedangkan ke luar, untuk mempromosikan wirausaha," katanya.
Panitia Rakerda, Ardhana Arifianto mengatakan, kegiatan Rakerda sebagai forum untuk melakukan evaluasi kinerja program-program yang sudah dilaksanakan serta mempersiapkan program ke depan. "Rakerda juga mempersiapkan pelaksanaan Musda yang akan digelar beberapa waktu mendatang," paparnya.
( Moh Anhar / CN12 )