
Tegal, CyberNews. Ketersendatan dan kemacetan total arus lalin di jalur pantura di Kota Tegal, baik arah Jakarta Semarang dan sebaliknya sudah sangat parah. Bahkan banyak sopir stres saat antrean kendaraan yang sulit bergerak mencapai lebih dari 12 kilometer.
Pada hari biasa, rata-rata antrean kendaraan mulai dari truk, bus, minibus dan kendaraan pribadi memanjang dari tiga sampai empat kilometer. Namun sejak Sabtu siang hingga malam (7/8) deretan kendaraan yang memasuki Kota Tegal cukup panjang.
Bahkan sejak pukul 00.30, Minggu (8/8), hingga menjelang subuh dan dilanjutkan lagi mulai pukul 10.00 hingga sore hari, ketersendatan arus lalin kian parah. Ratusatan truk, bus dan kendaraan pribadi terjebak kemacetan.
Dari arah Semarang-Jakarta, kendaraan tak bisa bergerak mulai Desa Larangan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, hingga masuk Kota Tegal di Jl Martoloyo, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur.
Sebaliknya kendaraan dari arah Jakarta-Semarang, berjalan tersendat dari Krandon (Margadana), Jl Gajah Mada, Jl Yos Sudarso dan Jl Martoloyo. Memang sejauh pemantauan, titik krodit ada di kedua jalan tersebut.
"Ini sudah parah sekali, dari Brebes mau keluar Kota Tegal saja, sudah lebih dari dua jam ndak bisa berjalan lancar," ucap Mochtar Subowo (45), sopir truk asal Jepara, sambil menggerutu. Dia dan sopir lainnya mengatakan stres dengan kemacetan tersebut.
Bergantian
Kapolresta Tegal AKBP Kalingga Rendra Raharja SE melalui Kasat Lantas AKP AA Sukreta SH mengatakan, karena ada proyek perbaikan di jalur pantura yang masuk Kota Tegal, maka kendaraan dari dua arah harus bergantian melaju.
Sebab dari biasanya menggunakan empat lajur, kata dia, kini menggunakan dua lajur untuk berpapasan. Bahkan, saat melewati tikungan di Jl Yos Sudarso, semua kendaraan dari arah Semarang dibelokkan ke selatan masuk ke Jl Pemuda dan Jl Proklamasi. Kemudian baru berbelok ke selatan lagi masuk Jl Gajah Mada.
"Kami setiap hari terus memantau perkembangan pekerjaan proyek perbaikan jalan di jalur pantura. Saya sudah berkali ulang mengingatkan ke kontraktor, agar pekerjaan bisa dikebut. Sebab pengguna jalan sudah sering mengeluh," ucap dia.
Perbaikan pekerjaan dilaksanakan dua kontraktor. Yakni PT Conbloc Intratechno dan PT Agung Dharma Intra. Salah seorang pengawas proyek dari PT Conbloc Intratechno, Nanang Ali Nugroho mengatakan, pekerjaan perbaikan jalan memang sedang dikebut. Namun konsekuensi dari proyek tersebut adalah arus lalin menjadi tersendat. Bahkan kerap macet total.
Dalam dua pekan kedepan, kondisi kemacetan seperti itu akan terus terjadi. Mengingat lajur di sisi selatan kini juga sudah dikeruk, dan baru ditimbun untuk perkerasan minggu depan.
( Riyono Toepra / CN12 )