panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
07 Agustus 2010 | 13:04 wib
Arsip Benteng Vastenburg Solo Ditelusuri ke Belanda

Solo, CyberNews. Masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Peduli Cagar Budaya Nusantara (KPCBN) Solo terus mengawal perselisihan terkait Benteng Vastenburg. Mereka turut menelusuri arsip dan sejarah Benteng itu ke Belanda.

Caranya, KPCBN mengirim permohonan kepada Kedutaan Belanda mengenai Benteng Vastenburg dan meminta bantuan LSM mencari arsip di perpustakaan besar Leiden, Belanda. Menurut Presidium  KPCBN HM Sungkar, pihaknya tidak mengingikan kawasan Benteng akan dikomersialkan. Mengingat, beberapa lahan di kawasan cagar budaya itu sudah menjadi pusat bisnis dan perkantoran, diantaranya Pusat Grosir Solo (PGS), Beteng Trade Center (BTC) dan Bank Danamon. “Kawasan Benteng harus   dilestarikan sebagai cagar budaya. Karenanya, kami tidak menginginkan di lokasi itu dikomersialkan lagi,” kata Sungkar, Sabtu (6/8).

Pria berkacamata itu  menyatakan bahwa KPCBN telah meminta LSM budaya di Belanda untuk menelusuri arsip dan sejarah menyangkut Benteng. Sehingga, jika pencarian itu berhasil ditemukan, maka hal itu bisa dijadikan sumber untuk membangun Benteng Vastenburg. “Bisa dikatakan, usaha yang kami  lakukan ini juga membantu pemerintah agar mengembalikan status Benteng. Jadi, HGB yang saat ini dimiliki perorangan bisa dikembalikan ke pemerintah kemudian dibangun  menjadi  tempat wisata yang bagus,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Sungkar, keberadaan Benteng itu sudah tidak  mencerminkan sebagai aset cagar budaya. Sebab, kondisinya sangat tidak  terawat. Apalagi, bentuk temboknya kotor dan ditumbuhi tanaman merambat.

Belum lagi, lanjut  dia, kayu yang berada di dalam Benteng sudah berubah. Menurut Sungkar,  dulunya kayu itu merupakan kayu jati kuno yang tentunya sangat awet dan  kuat. “Namun, saat ini sudah tidak ada lagi entah ke mana. Padahal,   cagar budaya harus dirawat, sedangkan Benteng Vastenburg tidak  mencerminkan  pada kondisi itu (Cagar budaya, Red),” ungkap dia.

( Arif M Iqbal / CN27 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 13:25 wib
Dibaca: 24
26 Mei 2012 | 13:11 wib
Dibaca: 104
26 Mei 2012 | 12:49 wib
Dibaca: 273
26 Mei 2012 | 12:20 wib
Dibaca: 287
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER