panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
07 Agustus 2010 | 12:55 wib
Jadi Lahan Penelitian dan Wisata
Bunker di solo bermunculan
image

Solo, CyberNews. Keberadaan bunker atau terowongan bawah tanah di Kota Solo mulai bermunculan. Setelah ditemukan bunker di salah satu hotel di Kota Bengawan akhir-akhir ini, kini giliran bunker di Kampung Laweyan menjadi perhatian publik.

Sebenarnya, keberadaan bunker itu sudah ada sejak lama, namun pemilknya enggan membuka untuk umum. Harun Muryadi, pemilik bunker itu menuturkan, benda itu dulunya dipakai sebagai tempat  untuk menyimpan barang berharga atau tempat  persembunyian dari penjajahan. "Untuk sekarang, saya mempersilakan masyarakat jika ingin mengunjungi sebagai tempat  wisata," kata Muryadi, Sabtu (6/8).

Letak bunker itu berada di dalam rumah. Jika tidak menanyakan  kepada pemilik, mungkin akan sulit menemukannya. Sebab, bekas tempat penyimpanan barang berharga itu tertutup papan dan di atasnya  terdapat meja agak besar. Sehingga,  seandainya warga masuk di dalam  rumah Muryadi, barangkali tidak akan menemukan sebelah mana lokasi terowongan tersebut.

Ukuran mulut bunker tidak begitu lebar, sekitar  50 x 75 meter. Mungkin, jika dimasuki bersamaan, hanya bisa diterobos  dua orang. Bunker itu juga dilengkapi tangga yang berfungsi membantu untuk turun ke bawah. Namun, kondisi tangga  tidak begitu kelihatan karena suasana gelap. Sedangkan, ukuran luas bunker 2,5 x 2,5 meter. Sementara, tingginya sekitar dua meter.

Penyimpan Harta

Berdasar sejarah yang  diperoleh Muryadi dari orangtuanya, fungsi bunker itu tidak hanya dipakai untuk bersembunyi saat penjajahan Belanda. Namun, sebelum itu,  yakni masa Kerajaan Pajang pada 1625 sudah ada. Kebetulan, letak geografis Laweyan berdekatan dengan Kerajaan Pajang kala itu. Sehingga, sangat perlu membangun terowongan dan bunker untuk bersembunyi dari  penjajahan, kejahatan sekaligus menyimpan barang berharga.

Muryadi merupakan keturunan yang ke delapan dari pemilik rumah itu. Artinya, peninggalan turun temurun. “Oleh orang tua, saya sering diberi  tahu tentang sejarah terowongan ini. Begitu pula orangtua saya juga  dikasih cerita oleh Kakek, dan itu secara turun temurun,” kata pria yang  juga peternak ayam tersebut.

Dia akan mempertahankan bunker itu sampai kapan pun. Sebab, keberadaannya membawa berkah. Lokasi itu pernah menjadi jujugan warga layaknya tempat wisata. Di sisi lain, bunker  itu juga dijadikan bahan penelitian bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah.

( Arif M Iqbal / CN27 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 13:25 wib
Dibaca: 20
26 Mei 2012 | 13:11 wib
Dibaca: 103
26 Mei 2012 | 12:49 wib
Dibaca: 272
26 Mei 2012 | 12:20 wib
Dibaca: 286
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER