
puing bekas menara WTC
New York, CyberNews. Komisi Landmark Kota New York menolak status landmark sebuah bangunan tua di dekat lokasi serangan 9/11. Ini, sekaligus melicinkan jalan bagi pembangunan sebuah pusat kebudayaan Islam yang mencakup sebuah masjid di lokasi bekas bangunan Twin Tower World Trade Centre (WTC) itu.
Komisi itu, Selasa (3/8), mengizinkan pembongkaran sebuah bangunan di dekat tempat menara kembar berdiri dan membuka jalan bagi konstruksi Cordoba House. Di sana, nantinya akan didirikan kompleks yang akan mencakup sebuah masjid dan auditorium berkapasitas 500 tempat duduk sebagai bagian dari pusat kebudayaan berupa bangunan 13 lantai.
Proyek itu telah memicu protes emosional dari para penentang yang mengatakan, proyek tersebut akan merusak kenangan atas para korban yang tewas akibat serangan pesawat terbang yang didalangi Al Qaeda.
Para pengecam semula berharap dapat menghentikan proyek itu dengan mengusulkan bahwa bangunan tua itu sebagai situs bersejarah. Mereka berargumen, bangunan bergaya Italia itu harus dipertahankan karena merupakan bagian dari potongan yang ikut terkena ledakan salah satu pesawat yang dibajak untuk menabrak WTC.
Namun, anggota komisi berpendapat bangunan dari tahun 1857 itu, yang terletak di antara deretan gedung-gedung bisnis, tidak memiliki nilai sejarah. Komisi beranggota sembilan orang itu dengan suara bulat menolak usulan status landmark tersebut.
Beberapa pengecam telah menunjuk komentar imam Feisal Abdul Rauf, pemimpin proyek itu, yang menyatakan bahwa kebijakan Amerika Serikat telah menjadi aksesori yang menyebabkan kejahatan terjadi, sebagai bukti dari motif tersembunyi dari rencana pembangunan tersebut. Rauf, seorang cendekiawan Muslim asal Kuwait yang membuka masjid pertama di New York tahun 1990, mengutuk serangan 9/11 itu.
Isu lainnya yang merebak adalah pendanaan proyek yang akan menelan biaya hingga 100 juta dollar AS menimbulkan spekulasi bahwa uang akan diperoleh dari kelompok-kelompok ekstremis di Timur Tengah. Namun Sharif El-Gamal, pemilik Soho Properties, yang menjadi pemilik gedung, menampik tuduhan itu dengan mengatakan, dana dikumpulkan dari saham dan donasi.
Dia menambahkan, lokasi proyek yang dekat dengan bekas gedung WTC hanya kebetulan semata dan tujuan utama proyek adalah untuk mengakomodasi kebutuhan komunitas Islam yang semakin meningkat di New York.
( KCM / CN12 )