panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 Agustus 2010 | 19:36 wib
Omzet Perajin Terbang Capai Rp 100 Juta
image

Magelang, CyberNews. Meski termasuk industri rumah tangga, namun usaha pembuatan alat musik tradisional yang dirintis M Darori (51) terbilang luar biasa. Omzet Darori dalam sebulan mencapai ratusan juta rupiah.

Berbagai alat musik tradisional yang dibuat Darori di antaranya terbang, kendang, gending, gotek, bas, marawis, dan juga remo. Sehari paling tidak Darori mampu membuat dua set terbang (empat buah) dan empat buah bas.

Jika dihitung dalam sebulan warga Dusun Salehan, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang ini mampu membuat sekitar 360 buah alat musik. Ini belum termasuk alat music yang kecil seperti gotek dan marawis.

Satu buah terbang dengan bahan kayu nangka dihargai Rp 300 ribu di tingkat perajin. Sementara bahan kayu mangga seharga Rp 250 ribu. Dengan harga ini, sebulan omzet Darori mencapai kisaran Rp 90 juta sampai Rp 100 juta.

Uniknya, Darori belum memiliki pabrik. Ia hanya memanfaatkan pekarangannya yang kosong untuk memotong kayu dan pengecatan serta finishing. Sementara untuk pengeringan kulit sapi dan kambing sekaligus pemasangannnya Darori memanfaatkan bantaran Kali Krasak.

Ia membuat gubuk kecil untuk bengkel kerja serta menyimpan barang produksinya. Darori dibantu delapan orang untuk mengerjakan kerajinan terbang miliknya. Hampir semua karyawannya tersebut merupakan keluarga terdekatnya, mulai anak, keponakan sampai famili. 

"Semua yang bekerja pada saya masih merupakan famili karena ini memang usaha keluarga. Saya mewarisinya dari ayah saya alm Muhammad Iksan kelak akan saya wariskan kepada anak-anak saya," ujar Darori sambil memasang kulit pada terbang, Selasa (3/8).

Menurut Darori usaha ini dirintis oleh alm Iksan sekitar tahun 1960-an. Saat itu, masyarakat kesulitan mereparasi terbang dan alat musik lainnya yang rusak. Akibatnya, mereka harus ke daerah lain untuk memperbaiki terbang.

Peluang bisnis ini ditangkap dengan baik oleh alm Iksan dan Darori. Darori yang saat itu masih anak-anak ikut merintis usaha tersebut. Dari awalnya sekedar melayani reparasi mereka akhirnya bisa membuat terbang dengan kualitas terbaik.

Hebatnya, Darori mampu membuat macam-macam nada secara otodidak. Karena tidak ada orang yang mengajari, mereka pun mempelajari nada terbang secara mandiri. Meski demikian hasilnya sangat bagus.

"Kualitas terbang keduanya pantas diacungi jempol. Di Kabupaten Magelang tidak ada perajin yang sanggup membuat terbang lebih baik dari mereka. Baik kualitas bahan maupun nadanya," kata tokoh masyarakat Salam Susanto.

Hal ini karena Darori hanya menggunakan kayu kualitas terbaik. Kayu yang ia gunakan ada dua jenis yakni kayu nangka dan mangga. Sebulan paling tidak Darori menghabiskan 18 batang pohon nangka di mana perbatang dibeli seharga Rp 2,5 juta.

( MH Habib Shaleh / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 13:11 wib
Dibaca: 65
26 Mei 2012 | 12:49 wib
Dibaca: 260
26 Mei 2012 | 12:20 wib
Dibaca: 252
26 Mei 2012 | 12:04 wib
Dibaca: 162
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER