
Brebes, CyberNews. Dinas Peternakan Pemkab Brebes memperkirakan permintaan telur itik saat Lebaran nanti, melonjak tajam. Peningkatan permintaan bahan baku telur asin itu diperkirakan mencapai 1 juta butir/ hari, seiring dengan melonjaknya permintaan telur asin dari konsumen luar daerah yang melintas di Kota Bawang.
"Setiap kali arus mudik dan balik, permintaan telur itik di tingkat peternak ini meningkat tajam. Tahun ini kami perkirakan naik tiga kali lipat dari hari biasanya, atau mencapai 1 juta butir/ hari," jelas Kepada Dinas Peternakan Pemkab Brebes, Ir Nono Setyawan, Senin (2/8).
Dia menjelasakan, total populasi tenak itik di wilayahnya saat ini sekitar 600.000 ekor. Ternak itu dipelihara oleh sekitar 6.000 peternak yang tergabung dalam kelompok tani ternak. Dari jumlah itu, produksinya rata-rata sebanyak 360.000 butir/ hari.
Produksi itu selama ini terserap habis untuk menutup kebutuhan perajin telur itik dan permintaan untuk kebutuhan lainnya. Jika mengandalkan produksi peternak di daerah, jelas mengalami kekurangan sekitar 640.000 butir/ hari.
"Setiap musim arus mudik dan balik, peternak itik kami selalu kuwalahan untuk memenuhi permintaan. Guna mengantisipasi kekurangan ini, kami mendatangkan telur itik dari peternak di beberapa kota. Di antaranya, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Cilacap, Cirebon dan Mojokerto (Jatim). Dari enam daerah ini perajin telur asin di wilayah kami mendapatkan tambahan bahan baku setiap kali musim Lebaran," jelasnya.
Ketua Kelompok Tani Ternak Itik (KTTI) Adem Ayem Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Tasori mengatakan, saat ini permintaan telur itik masih cenderung normal. Namun, dua minggu menjelang lebaran diperkirakan akan meningkat tajam.
"Kalau saat ini harga telur di kelompok kami Rp 1.100/ butir, tetapi saat arus mudik bisa Rp 1.200/ butir atau lebih," katanya.
( Bayu Setiawan / CN16 )