
Solo, CyberNews. Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede, Solo, turut merayakan hari ulang tahun (HUT) Makco Kwan Im, Jumat (30/7). Itu tak lain, altar utama di tempat ibadah tersebut terdapat Kwan Im. Sehingga, setiap hari ulang tahunnya tiba, pengurus Klenteng menyambutnya dengan berbagai kegiatan, termasuk di dalamnya adalah melakukan puja persembahan.
Makco Kwan Im sendiri adalah nama sebutan akrab bagi Kwan Shi Im Pho Sat, yang secara luas dipuja sebagai Dewi Cinta Kasih dan Belas Kasih. Menurut Humas Klenteng Aryanto Wong, figur Makco Kwan Im tidak lepas dari figur Miao Shan (Nama seorang puteri raja).
“Legendanya, Putri Miao Shan bersedia memberi pengorbanan dengan tulus kepada ayahandanya yang sedang sakit. Atas pengorbanan itu, puteri Miao Shan dijadikan personifikasi sebagai Dewi Cinta Kasih. Karena itu, mungkin di Indonesia orang lebih kenal dengan nama Dewi Kwan Im,” ungkap Aryanto.
Dia mengatakan, yang dirayakan saat ini adalah hari ulang tahunnya saat Makco Kwan Im mencapai kesempurnaan hidup, yang jatuh pada tanggal 19 bulan 6 Imlek. “Dengan demikian, warga ikut merayakan dengan melakukan pemujaan kepada Makco (Eyang/buyut) dengan harapan mendapat pencerahan dan berkah,” jelasnya.
Prosesi persembahan dimulai sejak Kamis (29/7) malam dengan dipimpin sejumlah biksu. Mereka menaikkan persembahan dan melakukan sembahyang bersama. Bahkan, terdapat ritual mengelilingi altar sebanyak tiga kali sambil membaca mantra suci.
Pagi harinya atau Jumat hari ini, para umat sudah bersiap melakukan pemujaan yang dibagi menjadi empat. Diantaranya, puja Liem Yen Couw, puja Phu Meng Phin, puja Persembahan (Sang Kung) dan puja Pha She Pha Fo (Penutupan). Pemujaan itu dipimpin lima biksu dari Vihara Maha Bodhi Semarang.
Menurut Aryanto, untuk menambah semarak suasana, pengurus Klenteng memasang sekitar 400 lampion di tempat ibadah tersebut. Benda tersebut sebagai lambang pencerahan. Lampion itu telah dipasang sejak dua hari sebelum HUT dimulai dengan dilengkapi nama penyumbang.
Sekretaris Klenteng Agus Gunawan menambahkan, pihaknya juga menggelar pementasan barongsai dan liong. Selain itu, terdapat pementasan wayang potehi pada Jumat malam. Kegiatan semacam ini baru kali pertama dilakukan dengan menampilkan dalang Theo Tiong Gie dari Semarang. “Wayang potehi merupakan salah satu budaya Tionghoa, kami tampilkan untuk menambah semarak HUT Makco Kwan Im,” tuturnya.
( Irfan Salafudin / CN12 )