panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
30 Juli 2010 | 09:38 wib
Ibu Cekik Delapan Bayinya, Suami Tak Tahu

Jakarta, CyberNews. Seorang perempuan di Perancis utara mengakui telah mencekik delapan bayi yang ia dilahirkan. Menurutnya, suaminya tidak mengetahui perbuatannya itu, demikian dikatakan jaksa yang menangani kasus tersebut.

Dominique Cottrez (47) ditahan atas tuduhan pembunuhan atas bayi-bayinya antara tahun 1989 hingga 2006, sementara suaminya telah dibebaskan tanpa hukuman.

Suaminya, Mr Cottrez, semula menghadapi investigasi atas tuduhan menyembunyikan mayat-mayat bayi itu dan tidak melaporkan kejahatan yang diketahuinya. Mayat-mayat bayi Cottrez ditemukan di desa Villers-au-Tertre, dekat utara kota Lille pada Rabu lalu.

Polisi dengan anjing pelacak melakukan pencarian di dua rumah di desa komuter yang tenang, setelah pemilik rumah baru memanggil mereka menyusul penemuan mayat di kebun. Rumah itu mulanya milik orang tua perempuan yang ditahan.

Polisi kemudian melakukan pencarian di rumah lain di desa, tempat pasangan itu ditangkap, dan menemukan beberapa mayat bayi lainnya.

Nyonya Cottrez mengatakan ia menyadari kehamilannya, tapi dia tidak ingin anak lagi dan tidak ingin menemui dokter untuk kontrasepsi, ungkap jaksa.

Nyonya Cottrez mengaku setelah kelahiran pertama yang sulit karena berat badannya, dia tidak mau lagi bertemu banyak dokter. Hanya dia yang tahu kehamilannya dan melahirkan bayi-bayinya sendirian, lanjut jaksa itu.

Beberapa mayat bayi yang ditemukan di rumah pertama dalam keadaan terbungkus tas plastik, sementara enam lainnya ditemukan di garasi di rumah kedua dalam kantung plastik tertutup rapat, tersembunyi di bawah berbagai barang.

Kelahiran depalan bagi dikatakannya terjadi antara tahun 1989 hingga 2006/2007, meskipun penyelidikan lebih lanjut dapat menentukan tanggal yang tepat.

Mr Cottrez mengatakan tidak pernah melihat kehamilan istrinya karena badan istrinya yang gemuk, dan tidak tahu jika istrinya telah membunuh bayinya setelah dilahirkan. Pasangan itu telah memiliki dua putri dewasa dan cucu.

Kedua anak perempuan pasangan Cottrez tidak disebutkan namanya, berusia 21 dan 22, kepada koran lokal La Voix du Nord mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui kejadian itu.

( Ant / CN16 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 12:49 wib
Dibaca: 218
26 Mei 2012 | 12:20 wib
Dibaca: 123
26 Mei 2012 | 12:04 wib
Dibaca: 144
26 Mei 2012 | 11:37 wib
Dibaca: 163
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER