
Slawi, CyberNews. Seorang penambang pasir, Mahmud (57) warga Desa Randusari RT01/ RW II Kecamatan Pagerbarang, dikabarkan hilang terseret arus Kali Glagah saat bekerja di Dukuh Harjosari, Desa Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal sejak dua hari terakhir. Korban yang menambang pasir, Senin (27/7) sore hingga hari Selasa (28/7) pukul 14.00 itu belum ditemukan.
Petugas gabungan dari Polsek Margasari, tim SAR, PMI Cabang Kabupaten Tegal dan Ubaloka Kwarcab Tegal masih terus mencari korban yang hanyut terbawa arus sungai limpahan dari Kecamatan Bumijawa tersebut. Bersama dengan rekan korban, mereka
menelusuri Kali Glagah untuk mencari keberadaan penambang pasir itu.
Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo SE melalui Kapolsek Margasari AKP Supiyarto mengatakan, peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba. Senin (27/7), sejumlah wilayah di Kecamatan Margasari memang terjadi hujan gerimis. Bisa jadi, kawasan atas
Kecamatan Bumijawa terjadi hujan deras. Hingga akhirnya, volume air di Kali Glagah naik dan mengalir deras.
"Arus sungai tiba-tiba mengalir deras hingga mengakibatkan korban hanyut dan menghilang tanpa jejak. Sementara, truk berisi muatan pasir ini juga terseret ke kali sejauh 10 meter dari posisi semula," katanya.
Truk muatan pasir, Selasa (27/7) siang sudah berhasil dievakuasi dari sungai tersebut. Sementara, korban masih dalam
pencarian. Anggota SAR Daerah Kabupaten Tegal, Tri mengatakan, tim terus berupaya mencari korban yang hilang, sejak Rabu (28/7) sekitar pukul 12.00.
Penyisiran korban di sungai itu dimulai tepat di lokasi ketika Mahmud hanyut terbawa arus kali. Namun, upaya yang dilakukan ini terkendala lebar dan panjangnya Kali Glagah tersebut.
( Royce Wijaya / CN26 )