
Jakarta, CyberNews. Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jusuf Rizal kembali mengungkap temuan indikasi kuat Banggar memainkan dana proyek di setiap departemen melalui komisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).
"Ada permainan sehingga anggota dewan dari setiap partai politik memiliki jatah yang telah dikapling-kapling," kata mantan Direktur Blora Center itu , di Jakarta, Minggu (25/7).
Rizal mencontohkan, di bidang kesehatan, dikuasai "pemain" si X. Dari kelakuan Banggar, menurut Rizal, yang memainkan dana, baik dana ad hoc yang langsung turun ke pemda maupun dana departemen yang diolah di Depkeu dan bluebook Bappenas, proyek yang dijalankan terindikasi tidak direalisasikan maksimal.
Akibat ulah Banggar di DPR RI, proyek-proyek tersebut dikuasai pengusaha dari pusat yang kemudian membuat pengusaha lokal tidak memperoleh kesempatan berusaha.
"Maka azas keadilan pun terlewati. Secara otomatis potensi ekonomi yang seharusnya bergerak didaerah mandeg. Implikasinya pengangguran makin banyak," ujar Rizal.
Dikatakan, dari dana 100% yang dialokasikan, penyalahgunaan dananya adalah 5% untuk anggota Banggar dari total nilai proyek, 2% untuk calo, 30% keuntungan pengusaha yang dapat proyek, komisi Pemda, PPN dan PPH 20%. Totalnya adalah 57% yang diserap dengan praktek KKN. Sisanya hanya 43% untuk biaya pembangunan.
"Dengan dana sebesar itu jelas sarana yang dibangun diluar bestek yang tentu saja hasilnya banyak yang retak dan bahkan rubuh sebelum serah terima pembangunan," tukasnya.
( A Adib / CN16 )