
Semarang, CyberNews. Pipa PDAM yang melintas di Kali Kreo, Kalipancur yang putus beberapa waktu lalu, menyebabkan banyak warga mengalami kesulitan air bersih terutama di wilayah Manyaran, Borobudur dan sekitarnya. Menurut Kepala Humas PDAM Semarang, Saebani, pipa milik PDAM tersebut putus sejak Kamis (15/7) lalu, dan baru hari ini petugas dapat memperbaikinya.
Kerugian yang diderita PDAM akibat putusnya pipa ini, lanjut Saebani, diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Pipa yang putus berdiameter 600 milimeter dengan kecepatan air 175 liter/detik. Saebani menambahkan, penyebab jebolnya pipa PDAM ini adalah karena gerusan aliran air Kali Kreo dalam waktu lama.
Terpisah, Rudi (42) salah satu warga Kalipancur mengatakan bahwa selama hampir seminggu terakhir dia harus membeli air dalam kemasan jerigen untuk kebutuhan mandi dan mencuci keluarganya. "Rata-rata saya membeli 8-9 jerigen sehari dengan harga per jerigennya Rp 3.000," katanya.
Senada dengan Rudi, Erna (17), warga Borobudur Manyaran yang membuka usaha warung makan juga mengeluhkan pasokan air PDAM yang terhambat hampir beberapa hari terakhir. Selain harus membeli air dalam kemasan jerigen, dia juga harus membeli air minum dalam kemasan untuk keperluan minum.
Saat berita ini diturunkan, beberapa petugas sedang memperbaiki pipa yang putus dengan cara dilas.
( Yulianto / CN14 )