
Timika, CyberNews. Sebanyak 86 warga Kampung Utikini Lama, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, dilaporkan terluka akibat tertimpa longsor pada Senin (19/7) malam. Bahkan, akibat kejadian longsor itu, seorang warga bernama Kalius Murib (40), dilaporkan hilang.
Diduga, hujan yang mengguyur sepanjang hari di Kabupaten Mimika menjadi penyebab utama terjadinya tanah longsor di sebuah sungai di Kampung Utikini Lama. Diperkirakan sekitar pukul 21.00 waktu setempat, tanah di lereng yang cukup terjal itu longsor dan menimpa puluhan warga.
Juru bicara PT Freeport Indonesia, Budiman Moerdijat, mengatakan musibah tanah longsor itu terjadi di sebuah kampung di luar areal PT Freeport Indonesia. Ia menambahkan, PT Freeport Indonesi, sudah mengirimkan tim Emergency Respons Group (SAR Freeport) untuk mencari warga yang hilang dan mengevakuasi penduduk yang terkena musibah ini.
Polisi yang tengah bertugas di Kantor Polisi Sektor Tembagapura dilaporkan juga tengah melakukan proses evakuasi korban longsor di tengah guyuran hujan.
Sementara itu, Kapolres Mimika, AKBP Mochammad Sagi, hingga kini belum bisa dimintai keterangannya terkait peristiwa longor di Tembagapura. Menurut catatan, selama beberapa tahun terakhir peristiwa longsor kerap terjadi di wilayah sekitar Tembagapura.
Pada 2008, sebanyak 19 orang pendulang tradisional ditemukan tewas setelah kamp mereka diterjang bongsoran batu dan pasir akibat curah hujan yang tinggi selama beberapa minggu.
( Tmp , Ant / CN26 )