
Jakarta, CyberNews. Harga cabai diprediksi masih akan naik sampai akhir tahun. Bahkan, jika petani tidak menggunakan teknologi shading atau penutup, maka produksi cabai diperkirakan akan mengalami kesulitan sampai akhir tahun.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Dadi Sudiana, Senin (19/7). "Sampai lebaran, harga cabai diperkirakan bakal mencapai Rp 40 ribu-Rp 50 ribu per kg," katanya.
Dadi melanjutkan harga cabai belum dapat diprediksi karena masih melihat pasokan ke pasar. Apalagi musim hujan diperkirakan masih berlanjut sampai September 2010 mendatang.
Menurut data ketersediaan dan kebutuhan pangan nasional dari Kemendag, ketersediaan cabai mencapai 1,199 juta ton atau defisit sekitar 20,9 ribu ton dari total kebutuhan cabai di tahun 2010 yang mencapai 1,22 juta ton.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan bahwa harga cabai selama 1 minggu terakhir sudah mengalami penurunan meski hanya berkisar antara Rp 1.000 sampai Rp 5.000 per kg. Ia mengharapkan, harga cabai dapat terus turun sejalan dengan produksi yang meningkat beberapa bulan ke depan.
Lebih lanjut Mari mengungkapkan, harga pasokan pangan segar seperti cabe dan bawang merah memang memiliki kecenderungan naik turun. Namun begitu pasokan bahan itu sudah mulai mengalami peningkatan produksi karena adanya panen.
Untuk bahan pokok lainnya seperti, minyak goreng, telur, daging ayam dan sapi, Mari menjamin tidak mengalami masalah karena terjamin ketersediaannya. "Dari segi logistik, yaitu cuaca, diperkirakan tidak akan mengganggu pasokan bahan-bahan pokok tersebut," katanya.
( MIOL / CN26 )