
Semarang, CyberNews. Kebijakan pemerintah pusat menaikkan harga pupuk bersubsidi maupun menaikkan tarif dasar listrik (TDL) berdampak signifikan bagi petani.
Nilai tukar petani (NTP) yang telah dinaikkan menjelang panen raya padi pun bisa dikatakan tak mampu menutupnya. Pasalnya, kenaikan NTP maupun harga gabah ujung-ujungnya diikuti dengan melambungnya harga pupuk serta kubutuhan pokok lainnya.
Sekretaris Komisi B DPRD Jateng, Yahya Haryoko menyatakan kondisi pertanian relatif bagus namun NTP tetap saja kurang bernilai bagi petani. Akibatnya, meski NTP mengalami kenaikan namun tetap saja kesejahteraan petani tak meningkat. "Petani masih begitu-begitu saja keadaannya, peningkatan kesejahteraannya belum sesuai yang diharapkan," katanya.
Bahkan, lanjutnya, target kenaikan NTP yang dicanangkan Pemprov Jateng pun dinilai belum akan berdampak optimal pada petani secara langsung. Dijelaskan, tahun ini Jateng menargetkan peningkatan NTP menjadi sebesar 105,94% dari tahun 2009 lalu sebesar 100,03%.
Wakil Ketua Fraksi PPP Jateng itu mengakui Pemprov Jateng sudah melakukan upaya guna peningkatan kesejahteraan petani. Diapun menyambut baik peningkatan anggaran bidang pertanian dari Rp 188,68 miliar pada APBD murni 2010 menjadi Rp 213,98 miliar pada APBD perubahan. "Tapi ternyata peningkatan anggaran tersebut bukan untuk kesejahteraan petani namun guna penyesuain gaji dan tunjangan pegawai. Jelas ini mengecewakan, padahal rakyat sudah berharap," terangnya.
Terpisah, anggota Komisi B lainnya Samirun mengapresiasi target kenaikan NTP yang dilakukan Pemprov Jateng. Menurutnya, angka tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan target NTP yang ditentukan pemerintah pusat sebesar 101,16%.
Menurutnya, guna mencapai target tersebut pemprov beserta jajarannya harus bekerja keras karena sektor pertanian Jateng rentan terhadap inflasi. "Inflasi harus diperhatikan serius karena pertanian yang paling rentan terhadap inflasi. Pengawasan efektif diperlukan agar peningkatan target NTP benar-benar bisa dirasakan petani," katanya.
Politikus PDIP tersebut berharap tahun ini Jateng tetap bisa menyumbang kebutuhan pangan nasional minimal 15% seperti sebelumnya meski kondisi cuaca tak bersahabat.
( Saptono Joko Sulistyo / CN13 )