panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Juli 2010 | 23:20 wib
Dana Rp 2 Juta Ditarik, Ratusan Guru Bingung

Klaten, CyberNews. Ratusan guru tidak tetap (GTT) dan PNS di Kabupaten Klaten, Kamis (8/7) linglung karena dana Rp 2 juta dari Dinas Pendidikan di rekening mereka ditarik kembali.

Dana yang semula dikira dana tunjangan fungsional tersebut tidak bisa dicairkan dan diminta dikembalikan ke Pemkab.

Atik, salah seorang guru mengatakan awal pekan lalu dana itu saat dicek sudah ada di rekening. "Namun mendadak guru dikumpulkan di UPTD Kecamatan untuk disosialisasi," jelasnya, Kamis (8/7).

Para guru dipanggil pukul 08.00 WIB di kantor UPTD. Mereka kaget dan bertanya-tanya sebab tidak mengira uang yang telah  masuk itu akan ditarik. Di UTPD diberikan sosialisasi soal duduk persoalan sebenarnya.  

Isi sosialisasi tersebut menerangkan dana tidak bisa dicairkan dan harus dikembalikan secepatnya ke Pemkab. Sebab dana tersebut adalah dana yang diperuntukan bagi kualifikasi guru bukan tunjangan fungsional. Penyebabnya ada kesalahan transfer dalam proses administrasinya.

Para guru awalnya kaget dan kecewa sebab saat ini dana fungsional sangat dibutuhkan untuk membiayai anak sekolah atau mendaftarkan siswa baru. Jika nantinya dana fungsional molor dicairkan, para guru akan kesulitan. Diharapkan jika memang ada kesalahan tidak mempengaruhi pencairan dana fungsional. Sebab dana itu saat ini sangat diharapkan dan sudah ditungggu cukup lama.

Salah Transfer
Ketua Forum Tenaga Honorer Negeri Seluruh Indonesia (FTHNSI) Kabupaten Klaten, Haryanto mengakui mendapat masukan dari beberapa rekannya soal ditariknya dana tersebut.

Menurutnya, informasi awal memang ada kesalahan transfer tetapi detailnya seperti apa dia akan meminta penjelasan ke Dinas Pendidikan. "Yang membuat kaget mendadak dikumpulkan ke UPTD," ungkapnya.

Dia mengatakan dana yang salah ditransfer itu sebenarnya dana kualifikasi guru tetapi dikira oleh penerima sebagai tunjangan fungsional. Dia berharap segera ada kejelasan sebab antara dana kualifikasi dan fungsional berbeda.

Menurut Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK), Dinas Pendidikan, Drs Muzayin dana ditarik karena ada salah transfer peruntukannya.

Dana yang Rp 2 juta merupakan dana bagi guru yang masuk program kualifikasi sehingga bukan dana tunjangan fungsional. "Dinas sudah menyosialisasikan dan rekening sudah diblokir," katanya.

Bagi guru yang sudah mencairkan diminta mengembalikan lebih dulu. Setelah itu  baru dana fungsional akan disalurkan. Dijelaskannya, dana fungsional besarnya Rp 2,4 juta/orang bagi 820 guru. Sedangkan dana kualifikasi hanya bagi 810 guru dengan besaran Rp 2 juta/orang.

( Achmad Hussain / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 11663
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 12337
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 12136
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 14410
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 11739
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER