
Solo, CyberNews. Puluhan orang dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Solo Raya mengelar aksi unjuk rasa di DPRD Kota Surakarta, Rabu (7/7).
Mereka menuntut menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang dikeluarkan pemerintah pusat 1 Juli lalu. Massa dengan membawa spanduk, poster yang berisi yel-yel menunjukkan rasa penolakannya. Bahkan, Ketua DPRD, Wakil Ketua dan anggota Komisi IV yang diajak untuk turun dalam aksi unjuk rasa juga mendukung keinginan HTI.
Dalam orasinya, koordinator aksi Erland Alfath Fathonie menyatakan, alasan klasik yang disampaikan pemerintah menaikkan TDL adalah untuk mengurangi beban subsidi.
Pemilihan untuk menaikkan TDL ini ditujukan untuk menghemat dan pemerintah sebesar Rp 5 triliun. "Padahal dampak dari kebijakan itu menyebabkan efek ganda yang bermuara pada kenaikan harga dan penurunan daya beli masyarakat," tegasnya.
HTI tambahnya, meminta penerapan syariah Islam dalam pemanfaatan sumber daya alam seperti energi listrik. Sebab dengan penerapan syariah itu akan lebih mengedepankan kepentingan rakyat.
Ketua DPRD YF Sukasno dalam orasinya mengungkapkan, sebelum elemen rakyat di Solo melakukan unjuk rasa penolakan TDL. Pihaknya sudah lebih dulu mengirimkan surat ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengkaji dampak terkait kenaikan TDL itu.
Tanggal 28 Juni lalu, saya sudah mengirimkan surat ke SBY mengenai rencana kenaikan TDL tersebut. Bahwa rakyat Solo sudah menolaknya. "Jadi DPRD Surakarta sudah memikirkan nasib rakyat sebelum kebijakan itu dikelurkan pemerintah pusat," katanya.
( Budi Sarmun S / CN13 )