
Solo, CyberNews. Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 6-18% yang diberlakukan pemerintah awal Juli lalu secara langsung berdampak kepada usaha masyarakat kecil dan menengah (UMKM), seperti nelayan dan usaha garmen. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Poppy Dharsono menyatakan, kedua usaha tersebut kini menghidupi sebagian besar penduduk di Jawa Tengah.
Dikatakannya, di daerah pesisir, para nelayan berhasil memperoleh hasil tangkapan ikan. Namun hasil itu tidak ada artinya apa-apa, jika ikannya membusuk. Persoalannya, harga es batu membubung tinggi, karena pengusaha es menaikkan harga es balok karena alat pendingin yang menggunakan listrik ongkosnya mahal. "Pengusaha kecil es batu yang memasok para nelayan itu kondisinya berat sekali. Nelayannya pun juga akan mengalami kondisi serupa," katanya, Senin (5/7).
Meski kenaikan TDL bagi sektor UMKM sekitar 5%, namun dampaknya akan luar biasa. Contohnya bagi aktivitas ekonomi bagi nelayan di pesisir utara Jawa Tengah. "Mereka mengeluhkan hal itu dan langsung disampikan ke saya."
Ia menambahkan, kalau memang TDL dinaikkan, pemerintah harus memikirkan kompensasinya, seperti menyalurkan kredit-kredit. Apalagi pemerintah pusat program penyaluran kredit pada usaha mikro itu. "Ini menjadi tugas pemerintah dan anggota DPD akan melakukan kontrol-kontrol itu," tandas anggota DPD dari Jateng itu.
( Budi Sarmun S / CN14 )