panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Juli 2010 | 13:40 wib
Ratusan Pekerja Garmen Terancam di PHK

Batang, CyberNews. Ratusan pekerja garment di Batang terancam menganggur. Sebab, puluhan home industri pembuatan celana jeans setengah jadi di Kelurahan Watesalit mulai gulung tikar. Akibat perdagangan bebas, mereka kalah bersaing dengan produk china yang harganya jauh lebih murah.

“Saya terpaksa mengeluarkan pekerja. Sebab, saya sudah rugi besar. Sebelumnya, pekerja saya berjumlah 105 orang. Tapi sekarang tinggal 40 orang. Jika kondisi tetap begini, saya terpaksa terus mengurangi pekerja,” tutur pemilik Prima Garment, Sahrozi, Jumat (2/7).

Sahrozi menuturkan, order pesanan dari Jakarta, Bandung dan Surabaya  terus menurun. Bahan celana jeans pun menumpuk digudang tak terjual. Sehingga semua home industri di wilayah Watesalit, Batang merugi dan terancam  bangkrut. Sahrozi mengaku, semula tiap hari  mampu mengirim 3000 potong celana setengah jadi ke luar daerah. Tapi sekarang hanya 900 potong tiap hari, karena order terus menurun.

Hal yang sama juga dialami para pemilik home industri di wilayah Kelurahan Watesalit yang populer sebagai pusat home industri garment di Kabupaten Batang. Sedikitnya terdapat 50 an home industri garment yang mampu menyerap ribuan pekerja. Dua bulan terakhir, hampir semua home industri yang ada mengurangi pekerja. Bahkan, beberapa sudah tutup.  Sehingga total pekerja tinggal ratusan orang saja. 

Semua itu karena pengusaha garment dari luar kota kuwalahan menghadapi serbuan garment produk china. Lalu mereka  mengurangi order dari Kabupaten Batang. “Persainganya memang di Kota kota besar. Tapi dampaknya jelas kita rasakan,” imbuh Sahrozi seraya berharap pemerintah ikut mencarikan solusi.

Sekitar 50 home industri yang ada, sebelumnya mampu menyerap ribuan pekerja dari wilayah sekitar Batang. Namun kini tinggal ratusan pekerja saja yang masih bertahan. Jika kondisi terus memburuk, bisa jadi pengurangan pekerja terus terjadi.

( Kuswandi / CN27 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 12:49 wib
Dibaca: 85
26 Mei 2012 | 11:37 wib
Dibaca: 99
26 Mei 2012 | 11:28 wib
Dibaca: 182
image
26 Mei 2012 | 11:15 wib
Dibaca: 233
26 Mei 2012 | 11:03 wib
Dibaca: 179
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER