
Lahore, CyberNews. Setidaknya 37 orang tewas dan 175 lainnya terluka dalam tiga serangan bom bunuh diri yang terjadi di sebuah kuil di kota Lahore Pakistan.
Tiga ledakan meledak di kuil Data darbar di Lahore, di mana banyak warga lokal melaksanakan kegiatan keagamaan di dalamnya. Satu ledakan terjadi di dalam rumah suci itu sementara yang lain meledak di depan pintu gerbang utama tempat suci dan ketiga di halaman pengadilan, kata polisi setempat.
Setelah ledakan, kerumunan besar orang marah, termasuk keluarga korban, berkumpul di luar kuil, memprotes serangan teroris.
Polisi mencoba membubarkan kerumunan dengan gas air mata akan tetapi para demonstran melemparkan batu ke arah polisi sebagai pembalasan, kata saksi, sedikitnya empat polisi terluka dalam bentrokan itu.
Orang-orang terluka telah dikirim ke beberapa rumah sakit, beberapa penduduk lokal diminta untuk menyumbangkan darah bagi yang terluka karena rumah sakit kekurangan pasokan darah. Situasi darurat telah dinyatakan di semua rumah sakit dan waspada tinggi juga dinyatakan di seluruh kota.
Angka kematian dipastikan bisa meningkat karena setidaknya 20 orang terluka dikatakan dalam kondisi kritis.
Polisi mengatakan bahwa tiga pelaku bom bunuh diri berusia antara 20 tahunan dan masing-masing dari mereka membawa jaket bom bunuh diri yang berisi sekitar sepuluh kilogram bahan peledak.
Salah satu pembom bunuh diri itu dikatakan baru berusia 17 tahun. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani mengeluarkan pernyataan Jumat pagi, dengan keras mengutuk serangan teroris.
Perdana Menteri mengatakan dalam pernyataannya bahwa pemerintah bertekad untuk memberantas terorisme di negeri ini.
Serangan teroris hari Kamis adalah insiden paling serius kedua di kota Lahore setelah serangan teroris 28 Mei dua masjid di kota, di mana lebih dari 90 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka.
( AP / smcn )