
Magelang, CyberNews. Perjanjian Perdagangan Bebas Asean-Cina ACFTA atau Asean-China Free Trade Agreement mulai memakan korban. Ekspor salak Nglumut ke China mulai tersendat. Saat ini, eksportir bahkan mulai mengurangi ekspor buah unggulan lereng Merapi ini akibat tak kuat bersaing dengan buah buah dari negara lain. Hal ini diduga merupakan dampak langsung perdagangan bebas Asean-China.
Ironisnya pengurangan ekspor salak Nglumut ini dilakukan tanpa alasan yang jelas. Eksportir sama sekali tidak memberikan pemberitahuan resmi kepada petani salak nglumut. Padahal ekspor salak nglumut merupakan salah satu primadona Kabupaten Magelang.
Diduga hal ini disebabkan biaya pengiriman yang mahal. “Selain itu harga jual salak di pasar ekspor dan pasar lokal dalam negeri ternyata tidak beda jauh. Ini membuat keuntungan petani tipis,” kata Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur Dusun Tempuran Desa Kamongan Kecamatan Srumbung Djuwari.
( MH Habib Shaleh / CN14 )