panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
18 Juni 2010 | 17:29 wib
Tidak Mendapat Perlindungan Sebagai Saksi
Kasus Susno Duaji Akan ''Dibongkar'' di UII Yogyakarta

Yogyakarta, CyberNews. Banyak sudah berita dan foto dilansir media berkait keberanian Komjen Susno Duaji mengungkap ''kebusukan'' yang terjadi di Mabes Polri. Maka jadilah jenderal polisi berbintang tiga itu sebagai si peniup peluit (whistle blower).

Sejumlah kasus penyimpangan dan penyelewengan keuangan negarapun berhasil dibongkar. Tapi belakangan mantan Kabareskrim Mabes Polri itu menjadi penghuni rutan Mabes Polri.

Fenomena yang dialami Komjen Susno Duaji sebagai Whistle Blower itu akan dijadikan bahasan dalam ''talkshow'' oleh Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Senin mendatang (21/6) di auditorium kampus Jl Cik Di Tiro.

Seharusnya, kata pakar ilmu hukum pidana UII, Nandang Soetrisno SH MHum LLM Phd, apa yang dilakukan sebagai Whistle Blower, Susno Duaji tidak seharusnya mengalami penahanan karena dijadikan tersangka.

Sebab, lanjut Nandang Soetrisno yang juga Wakil Rektor I PTS itu, kepada wartawan tadi (18/6), selain akan membuat kecil nyali whistle blower lainnya, orang seperti Susno Duaji di luar negeri betul-betul dilindungi. "Banyak kasus di luar negeri, khususnya kasus korupsi di pemerintahan maupun di perusahaan besar, berhasil dibongkar oleh para whistle blower," ujar Nandang Soetrisno.

Nandang menyebutkan ada aturan perundang-undangan yang betul-betul menjamin whistle blower di luar negeri.

Sementara itu pakar M Abdul Kholiq SH MHum, yang mendampingi Nandang Soetrisno, sebetulnya Indonesia juga sudah memiliki aturan tentang perlindungan saksi dan korban (PSK). Yaitu UU nomor 13/2006 tentang PSK. Khususnya sebagaimana termuat dalam pasal 10 ayat (1) UU itu. Namun demikian pasal itu baru diperuntukkan whistle blower yang tidak terlibat dalam tindak pidana yang dilaporkan.

"Seharusnya paling tidak sesuai pasal 10 ayat (2) UU itu, atas jasanya kelak Susno Duaji akan mendapat peringanan hukuman. Masalahnya konsep peringanan hukuman itu juga tidak jelas," ujar Abdul Kholiq.

Namun demikian dia berharap Susno dapat keringanan hukum seperti pernah dialami pengusaha Probosutejo beberapa waktu lalu.

Jika tidak, lanjut Abdul Kholik, pengalaman Susno Duaji akan menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di Indonesia. Khususnya di tengah semangat pemerintah memberantas korupsi.

Hal itu Betul-betul akan membuat whistle blower lainnya takut muncul. Untuk itulah, tambah Nandang Soetrisno, pada acara ''talkshow'' dalam rangka peringatan Milad ke 67/2010 UII, pembahasan tentang eksistensi whistle blower dan perlindungan hukumnya, akan melibatkan langsung advokat Henry Yosodiningrat SH yang juga Penasihat Hukum Susno Duaji.

Kajian tentang Mekanisme dan Praktik Perlindungan Hukum terhadap Whistle Blower di Indonesia secara khusus akan disampaikan oleh Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban/LPSK, Abdul Haris Semendawai SH LLM.

Sedangkan kajian teoritis-komparatif tentang Sistem PSK akan diuraikan Prof Dr Nyoman Sarikat Putera SH dari FH Undip,  Semarang. Dari kegiatan itu diharapkan akan dihasilkan masukan untuk mengamandemen UU 13/2006, khususnya pasal 10 ayat (2).

( Asril Sutan Marajo / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
25 April 2014 | 12:39 wib
Dibaca: 27
image
25 April 2014 | 12:25 wib
Dibaca: 116
25 April 2014 | 12:12 wib
Dibaca: 161
25 April 2014 | 12:00 wib
Dibaca: 201
image
25 April 2014 | 11:50 wib
Dibaca: 332
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER