
Yogyakarta, CyberNews. Belasan mahasiswa membakar ban di depan Kantor PLN Yogyakarta di Jalan P Mangkubumi, Rabu (16/6). Mereka menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan minta pemerintah tidak merealisasikannya. Mahasiswa mengancam akan terus berdemo sampai tuntutannya dipenuhi.
Demonstran dari Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional memulai aksi di perempatan Tugu. Mereka berjalan menuju Kantor Pertaminan dan PLN. Di depan kedua kantor tersebut, mahasiswa berorasi dan menyampaikan kritik atas kebijakan negara menaikkan harga-harga terutama minyak dan terakhir ini listrik. "Kenaikan TDL memperlihatkan kegagalan pemerintah melindungi rakyatnya terutama masyarakat miskin. Mereka lebih berpihak kepada kapitalis," tandas koordinaor aksi, Arie Lamondjong.
Dia menilai di bawah rezim yang sekarang, Indonesia makin tidak memiliki landasan untuk berpihak pada rakyat. Industri nasional bukannya untuk kesejahteraan rakyat tapi sebaliknya bagi pihak asing. Potensi negara dijual ke negara dan lembaga asing sehingga rakyat tidak bisa menikmatinya.
Sebelum mengakhiri aksi di depan Kantor PLN, mereka menurunkan dua ban bekas dan menyiram dengan bensin. Seorang demonstran langsung menyalakan api dan membakarnya. Usai habis terbakar, mereka meneruskan aksi menuju Kantor Pos Besar.
( Agung Priyo Wicaksono / CN14 )