
Jakarta, CyberNews. Format islah (rekonsiliasi) partai sayap warga Nahdlatul Ulama (NU), PKB Kalibata, Ancol dan PKNU, mestinya melibatkan mereka yang berkopenten untuk membahas formatnya.
Demikian tanggapan Wakil Ketua Dewan Syuro DPP PKB versi Ancol Ny Lily Wahid dihubungi di Jakarta Jumat (11/6). Hal itu diungkapkan menanggapi deklarasi islah yang digalang Komite Islah pimpinan Sekjen Lukman Edy.
Menurut Lily Wahid, mereka yang melakukan pertemuan membahas islah adalah Ketua Umum Muhaimin Isklandar dan Sekjen Lukman Edy (PKB Ancol), Yenny Wahid dan Muhyidin Arubusman, Muamir Syam (PKB Kalibata) dan Khairul Anam dan H Idhma Cholied (PKNU).
"Jika mereka berhasil islah, saya kira yang bawah atau wilayah dan cabang akan ikut serta," ujar adik kandung alamarhum Gus Dur tersebut.
Yang terpenting dari pertemuan pimpinan yang berkopenten tersebut, menurut Lily Wahid, saah satu dari mereka tidak ada yang merasa ditinggalkan.
Tidak seperti sekarang, lanjutnya, langkah Lukman Edy yang membentuk Komite Islah justeru terkesan meninggalkan Muhaimin, sehingga langkah islah secara menyeluruh diawali perpecahan di internal PKB Ancol.
"Masing-masing pimpinan tertinggi terlebih dulu duduk bersama tidak saling telikung. Jika mereka berhasil islah ke bawah pasti akan menyesuiakan dan tidak ada yang merasa ditinggalkan," pungkas Lily Wahid.
( A Adib / CN13 )