
Surabaya, CyberNews. Jatim menjadi pelopor penyatuan antarpartai yang memiliki kaitan kultural dan psiko-politik dengan NU. Deklarasi islah itu digelar di kantor PWNU Jatim di kawasan Masjid Agung Surabaya, Kamis (10/6).
Yang ikut deklarasi islah itu adalah politikus NU dari PKB Ancol (Muhaimin Iskandar/Cak Imin), PKB Parung (Gus Dur), dan PKNU. Tujuannya, menyatukan antarpolitikus NU yang tercerai-berai setelah muktamar II PKB di Kota Semarang pada bulan April 2005 lalu. Selain itu, islah itu bertujuan untuk menyelamatkan partai NU di masa depan, khususnya menghadapi pemilu2014 mendatang.
Sayangnya, pada deklarasi islah kemarin tak tampak Ketua Umum PKB Ancol, Cak Imin dan Ketua Umum PKNU Choirul Anam (Cak Anam). Yang terlihat datang dan mengikuti kegiatan itu di antaranya, Sekjen PKB Ancol, Lukman Edy; Ketua DPP PKB Parung Masduki Baidlowi; Lily Wahid (Wakil Ketua Dewan Syuro DPP PKB Ancol), KH Zainudin Djazuli (Pondok Ploso Kediri); KH Muchid Muzadi (Deklarator PKB), KH Nurul Huda Jazuli (Deklarator PKNU), KH Anwar Iskandar (Ketua Dewan Syuro PKNU Jatim), KH Hasan Basri (PKNU), Hasan Aminuddin (Ketua DPW PKB Jatim Pro Gus Dur), Syukrillah (Wakil Ketua DPW PKB Jatim Pro Cak Imin), Muzammil Syafii (PKB Jatim Pro Gus Dur), dan Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar.
Ketua Komite Islah Jatim, Hasan Aminuddin, mengatakan, kalau antarpolitikus NU tak mau islah sekarang, PKB akan diacuhkan masyarakat, bahkan jamaahnya sendiri. "Tanpa islah, rumah politik NU bernama PKB akan ditinggalkan dan mengalami situasi paling buruk dalam sejarah pemilu di negeri ini. Sayap politik NU hilang," katanya.
Fakta yang ada menunjukkan, makin merosotnya kinerja politik sayap politik NU, terutama PKB. Misalnya, pada pemilu 1999 PKB mampu merengkuh 12,61% suara, pemilu 2004 menjadi 10,57%, dan pemilu 2009 tinggal 4,94%.
Jika sejak sekarang tak digagas islah, dikhawatirkan pada pemilu 2014 mendatang, PKB tak bisa ikut pemilu kalau batasan partai yang ikut pemilu dinaikkan menjadi 5%. "Saya nggak tahu pada pemilu 2014, suara PKB menurun jadi berapa lagi," ungkapnya.
Secara kelembagaan, PKB Jatim pro Cak Imin tak merespon deklarasi islah itu. Imam Nahrawi, Ketua PKB Jatim pro Cak Imin, justru menggelar konsolidasi DPC PKB se-Jatim dan evaluasi pilkada di Wisma Sejahtera, di Jalan Ketintang Madya Surabaya.
"Kita panggil siapa-siapa yang datang ke acara deklarasi islah itu. Kalau memang Syukrillah (Wakil DPW PKB Jatim), dia harus memberikan laporan ke saya," kata Imam Nahrawi.
Sebagai tuan rumah, katanya, agenda deklarasi islah harus izin dulu kepada yang punya rumah, yakni dia sebagai ketua PKB Jatim yang sah. Ibaratnya, kalau mau masuk rumah, harus izin dulu.
"Motivasi islah itu kan macam-macam, ada yang ingin masuk rumah dan tuan rumah dibuang, ada juga yang ingin masuk menjadi bagian keluarga," katanya.
Walaupun demikian, tambahnya, pihaknya mempelajari konsep islah secara tertulis yang ditawarkan PKB Jatim kubu Hasan Aminuddin.
( Ainur Rohim / CN13 )