
Blora, CyberNews. Untuk kali pertama sejak pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Blora, Kamis (3/6), Bupati RM Yudhi Sancoyo menghadiri acara resmi pemkab di pendopo rumah dinasnya, Kamis (10/6). Dalam kesempatan itu, ia sempat menyinggung soal kekalahannya dalam Pilkada.
"Ada banyak faktor mengapa incumbent kalah. Saya prihatin adanya pihak luar yang mengintervensi Blora. Dan itu dilakukan cukup vulgar. Tapi saya berbesar hati. Semuanya terjadi atas kehendak Tuhan," tandasnya.
Kepada para pimpinan SKPD bupati berpesan untuk tetap melaksanakan tugas dengan baik. Dia menyampaikan terimakasihnya karena para pimpinan SKPD melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Bambang Sulistya telah berkomitmen loyal menjalankan tugas.
"Jangan sampai terjadi polarisasi di kalangan pimpinan SKPD," ujarnya.
Sebelumnya dalam sambutan, Sekda Bambang Sulistya menegaskan loyalitasnya kepada pemimpin dan dalam menjalankan tugas. Menurut Bambang masih banyak pekerjaan yang menanti di depan mata setelah pelaksanaan Pilkada.
Kegiatan bertajuk silaturahmi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan bupati tersebut dihadiri seluruh pimpinan SKPD dan para camat.
Kehadiran bupati di acara tersebut sekaligus menjawab isu yang beredar yang menyatakan bupati sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit di Semarang setelah kalah dalam Pilkada.
"Sungguh saya tidak habis pikir. Siapa yang menyebarkan isu bahwa saya sakit. Saya dalam keadaan sehat. Setelah Pilkada
saya ke Jakarta untuk menerima penghargaan Adipura. Sangat tidak manusiawi isu tersebut," ujar bupati dalam sambutannya.