
Jakarta, CyberNews. Gagasan Komite Islah PKB bertujuan membangun kembali sayap politik NU yang pecah menujuk ke arah kebaikan. Dengan demikian jangan sempai terjadi penolakan oleh salah satu pihak karena kepentingan pribadi atau kelompok.
"Kalau untuk kebaikan mesti diterima dengan baik pula gagasan islah melalui muktamar akbar, menyatukan sayap politik warga NU ini. Kalau menolak, berarti bukan orang baik-baik," ujar Sekjen DPP PKNU H Idham Cholied di Jakarta Rabu (9/6).
Hal itu diungkapkan Idham menanggapi upaya islah PKB-PKNU di Jatim sebagai kerangka islah secara nasional yang ditolak oleh kubu Muhaimin Iskandar. Seperti diketahui PKB pro-Muhaimin Iskandar menolak ajakan rekonsiliasi PKB pro-Gus Dur yang bertujuan untuk menggelar muktamar akbar.
Menurut Idham, semua kubu sudah memulai langkah dengan menggalang islah. PKB kubu Gus Dur, Yenny Wahid juga sudah merespon dengan mengirimkan wakil-wakilnya pada setiap pertemuan Komite islah. "Sudah merespon dan mengirim wakilnya, pada saatnya jika sudah efektif akan hadir dalam pertemuan," tegasnya.
Di antara pihak Yenny yang mewakili pertemuan komite adalah KH Lalu Misbah, Masduki Baidlowi dan Ihsan Abdullah. Dari PKB Ancol juga Sekjen DPP Lukman Edy.
Diakui sebagian kubu Muhaimin Iskandar belum merespon gagasan islah karena masih adanya pertimbangan kelompok atau pribadi yang menonjol. Hal itu disayangkan karena tidak memikirkan masa depan NU ke depan.
Muktamar akbar, menurut Idham sebagai kerangka islah agar tidak ada yang merasa dirugikan dan perebutan tempat serta kedudukan. Artinya semua menyatu dalam kepengurusan hasil muktamar akbar. Dalam forum tersebut mereka bisa bekompetisi secara sehat, tanpa membicarakan posisi dan jabatan sebelumnya.
Diakui Idham, karena polemik posisi dan jabatan tersebut juga menjadi faktor utama islah ini menjadi kendala utama. Yang pasti, terlepas kepentingan elite yang takut kehilangan posisi, respon islah komponen sayap politik sangat baik.
"Peran kiai sepuh dan PBNU diharapkan memuluskan jalan islah. Jika tidak, semua akan kehilangan apalagi jika parlementary treshold (PT) jadi naik 5 persen. Jadi penonton warga NU pada Pemilu 2014," ungkapnya.
Jika kubu Muhaimin bersikeras menolak upaya islah melalui muktamar akbar, Idham Cholid menegaskan ada pintu islah lain yaitu melalui pintu PKNU. "Formatnya seperti apa kita rumsukan dulu, yang terpenting untuk masa depan politik warga NU," pungkas Idham.
( A Adib / CN13 )