
Purworejo, CyberNews. Pemkab Purworejo mengajukan kuota penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2010 sebanyak 3.000 formasi. Pengajuan itu sudah dikirimkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera (Menpan) awal bulan lalu.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Masduqi Simor, Rabu (9/6) mengungkapkan, kuota yang diajukan 70 persennya merupakan tenaga teknis dengan kualifikasi pendidikan diploma tiga (D3).
"Tapi itu baru pengajuan kuota saja. Keputusannya berapa yang akan disetujui dalam penerimaan CPNS tahun ini sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Jumlahnya pasti disesuaikan dengan kemampuan APBN," katanya.
Disebutkan, dari 3.000 kuota yang diajukan tersebut, sangat sedikit untuk formasi tenaga kesehatan. Termasuk juga formasi tenaga guru atau tenaga pendidikan. Saat ini kebutuhan pegawai di lingkungan Pemkab Purworejo yang paling mendesak adalah tenaga teknis untuk administrasi.
Dijelaskan Simor, kuota 3.000 diperoleh dari hasil analisa kebutuhan pegawai. Setiap satuan kerja (Satker) diminta membuat usulan kebutuhan pegawai yang kemudian direkap oleh BKD.
Rata-rata, sambung Simor, kebutuhan tenaga teknis administrasi, baik di kecamatan, kantor, dinas, maupun badan jumlahnya berkisar antara 10 hingga 15 orang. Hal itu wajar mengingat setiap tahunnya rata-rata pegawai yang memasuki masa pensiun di Kabupaten Purworejo mencapai 300 orang.
Simor berharap, dengan pengajuan yang lebih cepat itu akan membuat pemerintah pusat menyetujui jumlah penerimaan CPNS tahun 2010 jauh lebih banyak dibandingkantahun 2009.
Dijelaskan Simor, kuota pembagian CPNS yang dilakukan pemerintah pusat biasanya ditentukan kemampuan keuangan dan plafon anggaran yang disediakan. Selanjutnya diketahui berapa total pegawai yang bisa diterima setiap tahunnya. Setelah itu dibagi untuk seluruh daerah di Indonesia.
Sebagai gambaran, tahun 2009 Pemkab Purworejo mengajukan kuota 1.000 lebih. Namun, pemerintah pusat hanya menyetujui tidak sampai setengahnya, yakni berkisar 400 orang.
( Nur Kholiq / CN16 )