panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 Juni 2010 | 18:50 wib
Di Jatim, Kekuatan NU Deklarasi Islah 10 Juni

Surabaya, CyberNews. Kendati menemui jalan terjal, namun usaha mengislahkan semua kekuatan politik di kalangan NU terus dilakukan. Rencananya, di Jatim pada 10 Juni 2010 mendatang, antarkekuatan politik berlatar NU yang selama ini konflik menggelar deklarasi islah.

Kekuatan politik yang memiliki hubungan dengan NU itu adalah PKB MLB Ancol, PKB MLB Parung, dan PKNU. Pada Minggu (6/6) dilangsungkan pertemuan di kantor PWNU Jatim untuk mewujudkan usaha islah antarkekuatan politik di kalangan NU itu. Usaha ini melibatkan pengurus PWNU Jatim.

Pada 10 Juni 2010 akan digelar deklarasi islah untuk kedua kubu DPW PKB Jatim (kubu Hasan Aminuddin dan Imam Nahrawi) bersama PKNU. Upaya ini melibatkan pengurus PWNU Jatim, PCNU se-Jatim dan kedua kubu DPC PKB se-Jatim.

"Rencananya deklarasi itu di kantor PWNU Jatim. Ini karena NU sebagai induk dari organisasi PKB. Saat deklarasi nantinya akan dicarikan formula yang tepat untuk membahas waktu pelaksanaan muktamar dan penggabungan pengurus PKB. Fungsionaris PKB jangan takut islah, tak akan ada recall, PAW atau pemberhentian jabatan," tegas Ketua DPW PKB Jatim kubu Gus Dur, Hasan Aminuddin kepada wartawan di kantor PWNU Jatim, Minggu.

Tercerai-berainya kekuatan politik di kalangan NU terjadi pascamuktamar II PKB di Kota Semarang pada bulan April 2005. Ada ketidakpuasan dari sejumlah elite dan kiai PKB saat itu, yang kemudian mendirikan PKB hasil muktamar Surabaya. PKB Surabaya ini endingnya menjadi PKNU dengan Ketua Umum Choirul Anam (Cak Anam), mantan Ketua PKB Jatim dan KH Abdurrahman Chudlori sebagai Ketua Dewan Syuro.

Pertemuan di kantor NU Jatim tadi dihadiri sejumlah petinggi PKB. Di antaranya, Lukman Eddy (Sekjen DPP PKB pro Muhaimin-muktamar Ancol), Masduki Baidhowi (DPP PKB pro Gus Dur), Lalu Misbah (Ketua DPP PKB Gus Dur), Syukrillah (Wakil Ketua DPW PKB Jatim kubu Muhaimin), Hj Churiyah Imron (Wakil Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jatim kubu Muhaimin), Hasan Aminuddin (Ketua DPW PKB Jatim pro Gus Dur), dan Lukman Hakim (Wakil Dewan Syuro DPW PKB Jatim kubu Muhaimin).

"Ini untuk memaksimalkan potensi partai menghadapi pemilu 2014," kata Lukman Edy, yang pernah menjabat Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Upaya mewujudkan islah ini terus digenjot kalangan politikus NU dari PKB dan PKNU, karena berdasar wacana yang berkembang sekarang bahwa parpol peserta pemilu mendatang harus memenuhi syarat parliamentary threshold (PT) 5 persen dari sebelumnya 2,5 persen.

"Hasil pemilu 2009, PKB memperoleh dukungan 4,85 persen. Kalau usulan persyaratan PT ditingkatkan sampai 5 persen dan disetujui, maka PKB tidak akan lolos melewati persyaratan itu pada pemilu 2014," tambahnya.

Diharapkan pada bulan Juli 2010 mendatang, usaha islah antarkekuatan politik di kalangan NU itu bakal diwujudkan. Jika usaha ini membuahkan hasil, nama parpol tidak akan berubah, yakni tetap PKB. "Jika tak islah, banyak pengurus PKB yang akan hijrah ke parpol lain. Ini jangan sampai terjadi," tuturnya.

Bagaimana dengan tokoh PKB yang tak mendukung islah? Hasan Aminuddin dan Lukman Eddy mengatakan bahwa mereka bakal ditinggal. Hal itu sudah jadi kesepatan bersama. Terlebih usaha ini mendapat dukungan dari kiai-kiai di PBNU dan PKNU.

( Ainur Rohim / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 11:28 wib
Dibaca: 38
image
26 Mei 2012 | 11:03 wib
Dibaca: 89
26 Mei 2012 | 10:50 wib
Dibaca: 139
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER