
Blora, CyberNews. Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Blora 2010 ini, adakah pemilih yang menyalurkan hak suaranya tanpa pengaruh money politic, tanpa paksaan, dan tanpa serangan fajar?
Jawabnya: Ada! Salah satunya adalah penghuni rutan. Kalau sebagian warga umumnya selalu membicarakan "berapa amplop dari calon ini" dan "berapa dari calon itu" menjelang pemilukada, maka tidak bagi para penghuni rutan itu. Mereka hanya tahun nama calon, lalu memilih sesuai dengan hati nurani mereka.
Bambang Budianto, para penghuni rutan memilih calon kepala daerah tahun ini, murni sesuai keinginan hati masing-masing. "Tidak ada paksaan ataupun serangan fajar," ucapnya yang akrab disapa In Londo.
Hal tersebut dibenarkan Amir, salah seorang penghuni rutan yang lain. Dikatakannya, semua pemilih yang terdaftar di rutan Blora, semua menggunakan hak pilihnya. "Semua yang terdaftar, memilih. Hanya sedikit yang tidak ikut memilih, itupun mereka yang tidak terdaftar," imbuhnya.
Kepala Rutan Blora Hardi Widioso SH MSi, mengemukakan, tahanan rutan Blora yang memiliki hak suara, semuanya ikut memilih. "Dari 162 penghuni, 117 terdaftar memiliki hak suara. Lima diantaranya perempuan," ujarnya.
Proses pemungutan suara di rutan, barangkali menjadi salah satu yang paling lancar dan tertib di semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada. Dimulai pukul 07.00 WIB sesuai ketentuan yang berlangsung, dan selesai pada 09.48 WIB.
Wasto, salah satu anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), mengatakan, di TPS khusus rutan Blora disediakan dua bilik pemilihan bagi 117 pemilih. "Untuk petugas ada tujuh petugas, terdiri dari dua petugas KPPS, tiga pegawai rutan yang ikut menjadi petugas dan dua Linmas," katanya.
( Rosidi / CN14 )