
Jakarta, CyberNews. Pemerintah menyatakan telah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 96 triliun sampai Mei 2010. Target penerbitan surat utang untuk membiayai defisit APBN 2010 dipatok sebesar 178 triliun. Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto optimistis pihaknya akan mencapai realisasi penerbitan surat utang sesuai target hingga akhir tahun.
Rahmat menambahkan, jika penerbitan surat utang pada tahun 2010 berlebih maka sisanya akan dijadikan pembiayaan untuk tahun mendatang. "Pengelolaan utang itu selalu punya target dan target itu harus dipenuhi. Kalau penyerapan belanja di bawah target, sisanya harus dikelola dengan baik sebagai salah satu bentuk refinancing pembiayaan selanjutnya," ujar Rahmat saat ditemui di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (2/6).
Rahmat menjelaskan, untuk mencapai target tersebut pihaknya tetap akan menerbitkan SBN tiap dua minggu sekali baik dalam bentuk SUN (Surat Utang Negara) maupun Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk. Dia menilai, penerbitan secara reguler tersebut sekaligus dilakukan untuk memberikan acuan dan update kepada pasar obligasi. "Kita terbitkan sedikit-sedikit, secara teratur dan reguler. Itu penting untuk membuat benchmark di pasar yang harus di'update' dalam menerbitkan SBN. Jadi kita bagi kecil-kecil supaya teratur," jelasnya.
Kendati demikian, Rahmat menegaskan Ditjen Pengelolaan Utang belum berencana kembali menerbitkan Sukuk Ritel pada tahun ini dengan alasan untuk menjaga keberlangsungan instrumen utang negara lainnya. "Kita berencana masih menerbitkan global sukuk. Kita juga punya program ORI (Obligasi Ritel Indonesia) pada Agustus. Kita harus pelihara market setiap instrumen," papar Rahmat.
( Kartika Runiasari / CN14 )