panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
31 Mei 2010 | 18:43 wib
Permintaan Ahli Nautika Masih Tinggi

Semarang, CyberNews. Sejumlah perusahaan pelayaran asing mulai melirik tenaga ahli taruna di bidang teknika dan nautika di wilayah Jateng, menyusul kebutuhan sumber daya manusia (SDM) pelayaran yang cukup tinggi. Permintaan rekrutmen kadet untuk praktek layar dinilai lebih efisien dan mahasiswa juga menjadi karena selalu dicari dan ditempatkan sesuai keahliannya.

WM Comeron dari LMS Ship Management IMC Alabama mengatakan, potensi taruna dari Jateng cukup menjanjikan dan kebutuhan industri pelayaran tak pernah sepi. Kualitas lulusan yang sudah bekerja terbukti mampu menghasilkan performa kinerja yang teruji. "Harus diakui semangat kerja taruna yang sudah diterima ataupun baru sebagai kadet (magang) cukup memuaskan. Untuk itu kami berusaha mencari lulusan dari Jateng," jelas Comeron di sela peninjauan rekrutmen kadet di Sekolah Tinggi Maritim dan Transpor (STIMART) AMNI Semarang, Senin (31/5).

Hadir dalam acara ini Pembantu Ketua (Puket) I Nasirin MM, M.Mar, Puket II Ir Siswadi MT dan Puket III Supriyanto, S.Sos. Senada, Farman Husain dari PT AMAS Jakarta menilai kinerja karyawan di atas kapal yang berasal dari Jateng relatif memuaskan. Jika sebelumnya, lebih banyak kadet direkrut dari wilayah Indonesia bagian timur, maka kini sedikit bergeser di Jateng.

Ketua STIMART AMNI Semarang Soeyanto S.Sos mengungkapkan, kebutuhan pelaut dunia setiap tahunnya bisa mencapai 3.500 orang, sementara lulusannya hanya sekitar 2.500 orang. Ketimpangan ini yang menyebabkan lulusan pelaut selalu dicari industri pelayaran. "Banyak negara maju rakyatnya malas bekerja di kapal sehingga industri pelayaran ini mulai mencarinya di Indonesia. Tetapi biaya pendidikan relatif mahal dan setelah lulus pun, para taruna harus menempuh 12 sertifikasi untuk bisa bekerja," papar Soeyanto.

( Modesta Fiska / CN14 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
26 Mei 2012 | 11:03 wib
Dibaca: 57
26 Mei 2012 | 10:50 wib
Dibaca: 91
26 Mei 2012 | 10:20 wib
Dibaca: 130
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER