panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
01 Juni 2010 | 16:03 wib
Car Free Day, Pembelian Sepeda Tetap Sepi

Solo, CyberNews. Sejumlah pengusaha yang bergelut di bidang jual-beli sepeda angin di Solo tidak yakin permintaan produk olahraga jenis sepeda naik usai pencanangan program hari bebas kendaraan bermotor (Car Free Day).

Pasalnya, di Kota Solo ini penggemar olahraga sepeda santai tidak sebesar masyarakat di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung. Dimana di kota-kota itu kelompok (klub) sepeda betul-betul memanfaatkan event yang ada. Selain itu, rute bebas kendaraan bermotor yang pendek dan dikhususkan bagi pejalan kaki dan olah raga berlari tidak memberikan tantangan baru.

Bambang Hartono pemilik usaha sepeda di kawasan Jalan Slamet Riyadi menyatakan, terobosan pemkot yang membebaskan jalan jalan utama dari kendaraan setiap Minggu pagi pukul 05.00-09.00 WIB memang ideal, karena mengurangi polusi dan mengajak masyarakat untuk berolahraga. Namun, zona bebas kendaraan itu kurang mendukung bagi mereka yang bersepeda.

"Harapan kami usai pemerintah mengeluarkan program car free day itu masyarakat mulai giat berolahraga seperti berlari atau bersepeda. Tetapi kalau melihat kenyataan di lapangan ternyata mereka yang memeriahkan hari pertama program itu adalah pejalan kaki, sehingga saya tidak yakin masyarakat Solo mau berbondong-bondong beli sepeda untuk berolahraga," terang pemilik toko sepeda Sumber Jaya ini.

Menurut penggemar olahraga bersepeda ini, butuh waktu bertahun-tahun bagi dia untuk bisa menggenjot penjualan sepeda meski sudah ada sarana car free day. Sebab untuk menggugah warga Solo mau bersepeda dan berolahraga sangat sulit.

"Jakarta yang memiliki car free day dengan rute seperti Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Bundaran HI saja butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa diminati masyarakat. Kalau di Solo prediksi saya butuh waktu lebih lama lagi," katanya.

Dikatakannya, untuk transaksi beberapa pekan ini permintaan tertinggi ada pada onderdil sepeda, dan aksesoris, kalau pembelian sepeda masih terbilang sepi.

Hal yang sama dikatakan Linda (40), pengelola toko sepeda Saerah di kawasan Pasar Legi Solo. Meski harapan segunung ia gantungkan pada program ramah lingkungan itu, namun penjualan sepeda di tokonya masih sepi. Kondisi ini bahkan terjadi sejak dua bulan yang lalu.

Namun begitu, ia berkeyakinan jika kegiatan yang diluncurkan pada Minggu (30/5) lalu digarap serius, akan banyak warga yang turun ke jalan. "Pasti ada yang akan membeli sepeda atau sepatu olahraga. Dan itu yang kami harapkan," katanya.

( Budi Sarmun S / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
03 September 2014 | 14:04 wib
Dibaca: 91
image
03 September 2014 | 13:55 wib
Dibaca: 81
image
03 September 2014 | 13:46 wib
Dibaca: 90
03 September 2014 | 13:36 wib
Dibaca: 108
03 September 2014 | 13:26 wib
Dibaca: 134
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER