
Klaten, CyberNews. Pasien suspect Avian Influenza (AI), Arizal (13), warga Dusun Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Sabtu (29/5) dinyatakan negatif dari flu burung. Dari hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan Pemprov Jateng tidak ditemukan indikasi gejala ke arah AI.
"Hasil laboratorium dari sampel yang dikirim ke Semarang menyatakan negatif tetapi sifatnya masih sementara," jelas Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Dr Seoradji Tirtonegoro, Klaten, dokter Djoko Windoyo Sp RM, Sabtu (29/5).
Dikatakannya sampel usap tenggorok yang dikirim ke Semarang tidak menunjukkan gejala AI. Namun demikian, belum bisa dipastikan penyebab utamanya. Sebab sesuai juklak dan juknis penanganan flu burung pemeriksaan dilakukan bertingkat.
Hasil dari Semarang tersebut menurutnya masih akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan di laboratorium Departemen Kesehatan di Jakarta. Rencananya, sampel usap tenggorok juga akan dikirim ke Depkes. Hasil dari Depkes itulah yang nantinya menjadi penentu benar atau tidaknya AI pada tubuh tersangka.
Pemantauan oleh tim RSUP akan terus dilakukan meski sudah mengarah ke negatif. Dikatakan Djoko, selain hasil sementara negatip kondisi kesehatan Arizal justru membaik. Demam yang semula mencapai 40 derajat celcius sudah reda dan normal.
Hanya saja, karena belum ada dasar kuat dari Depkes, RSUP masih akan merawat yang bersangkutan di ruang isolasi.
Seperti diberitakan, pascakematian unggas salah seorang warga, Arizal (13) diisolasi di RSUP Dr Seoradji Tirtonegoro sebagai pasien suspect AI setelah mengalami gejala demam tinggi dan memiliki riwayat kontak dengan unggas mati.
( Achmad Hussain / CN16 )