
Jakarta, CyberNews. Untuk menyatukan kembali sayap politik Nahdlatul Ulama (NU), muncul gagasan menggeglar ''muktamar akbar'' dengan melibatkan seluruh cabang PKB Kalibata, Ancol dan PKNU.
Langkah islah kompherensif itu mutlak dibutuhkan menuju Pemilu 2014. Sekjen PKB Lukman Edy, yang menjadi pengagas Komite Islah menjelaskan, komite hanya bersifat ad hoc dan informal untuk menjembatani berbagai fihak dalam upaya menyelesaikan konflik, yang selanjutnya jika semua sepakat dibentuk panitia untuk menyelenggarakan Muktamar Akbar.
Dikatakan, terdapat tiga kelompok politik NU yang tercerai berai ini semuanya berakar dari PKB yang kini menjadi PKB Kalibata, PKB Ancol, dan PKNU yang masing-masing sudah memiliki jumlah kepengurusan sampai ke tingkat cabang.
Menurutnya, disebut Muktamar Akbar, karena besarnya jumlah peserta yang akan terlibat. Setiap partai memiliki sekitar 500 cabang dan wilayah. Jika masing-masing mengirimkan empat perwakilan, sudah terdapat 2000 orang untuk setiap kelompok.
Jika terdapat tiga kelompok yang bertikai, maka total pesertanya mencapai enam ribu orang. "Itu belum termasuk para penggembira. Ini merupakan upaya melakukan rekonsiliasi secara total," ujar Lukman dihubungi di Jakarta Jumat (28/5).
Dia menjelaskan, jika dalam NU mengenal adanya ahlul halli wal aqdi (formatur), konsep seperti itu juga dimungkinkan jika peserta menghendaki. Dengan jumlah peserta 6.000, muktamar ini akan menjadi rekor jumlah pesertanya dan dalam hal ini hanya kota Jakarta yang mampu menyediakan fasilias untuk menampung jumlah ini.
( A Adib / CN13 )