
Solo, CyberNews. Hujan yang turun di Kota Solo sejak sore hari tidak menyurutkan penggemar dan pemusik keroncong untuk tetap menikmati Konser 12 Jam Musik Keroncong di halaman Pasar Windu Jenar, kawasan Ngarsapura. Konser yang digelar mulai pukul 18.00 Kamis(27/5) sampai pukul 06.00 pagi ini, untuk memperingati tujuh hari meninggalnya Sang Maestro, Gesang.
Komponis besar yang menciptakan lagu Bengawan Solo itu meninggal 20 Mei lalu di RSU PKU Muhammadiyah Solo karena sakit. Meski hujan terus mengguyur di halaman pasar itu, namun para penggemar Gesang tidak beringsut dari tempatnya meskipun harus berdiri sambil membawa payung. Sementara orkes keroncong yang tampil dalam konser itu sedikit terlindungi dari air hujan karena di panggung itu dipasang tarub sebagai peneduh.
Sebanyak 24 orkes keroncong dari Solo, Karanganyar dan Sukoharjo tampil secara bergiliran. Setiap orkes mendapat jatah waktu 30 menit untuk membawakan empat sampai lima lagu. Sejumlah orkes menampilkan lagu karya Gesang dan tembang keroncong lainnya.
Orkes keroncong yang mendukung konser itu tidak hanya dimainkan pemusik dewasa saja tetapi juga kalangan anak-anak. Sepertinya amanah almarhum Gesang masih tetap dipegang para pemusik dan penggemarnya. "Keroncong jangan sampai mati," demikian Gesang sering berpesan.
Amanah itu, paling tidak sampai peringatan tujuh hari meninggalnya komponis yang mendapat sebutan Sang Maestro itu masih dipedomani oleh penggemarnya. Terbukti, dalam konser itu muncul generasi penerus pelaku seni musik keroncong. Seperti siswa SMPN 5, SMKN 8 maupun Orkes Keroncong Anak Boro serta Solo Keroncong Orkestra yang pemusiknya dari kalangan remaja. Musik keroncong akan terus berkumandang di Persada Pertiwi dan manca negara.
Semakin malam berlalu, sajian musik keroncong yang mengusung sejumlah artis penyanyi itu makin meriah. Demikian juga para penonton juga semakin banyak memadati halaman dan Jalan Diponegoro yang berada di depan Pasar Windu Jenar.
Tepat pukul 24.00 tengah malam tadi, digelar renungan doa untuk almarhum Gesang. Seluruh penonton diajak berdoa bersama. Sementara di atas panggung Orkes Keroncong Himpunan Artis Musik Keroncong Republik Indonesia(Hamkri) Solo mengiringi dua artis Datik DW dan Nuning melantunkan tembang Pandan Wangi, sebuah langgam jawa karya
Gesang.
Sementara di belakang panggung, Wartono, pengurus Hamkri membacakan geguritan (puisi berbahasa Jawa) mengenang Sang Maestro. Konser juga dimeriahkan dengan tampilnya Wakil Wali Kota Surakarta, Hadi Rudyatmo pada awal konser membawakan lagu Jembatan Merah.
( sri wahjoedi / CN12 )