
Solo, CyberNews. Nasib sial dialami Aditya Raharja (28). Pria yang tinggal di Kampung Gajahan, Kelurahan Gajahan, Pasar Kliwon ini terpaksa kehilangan sebuah telpon genggam merk Nokia-nya ketika asyik mengabadikan iring-iringan peti jenazah Gesang Martohartono saat akan dimasukkan ke mobil ambulans di Balai Kota Solo, Jumat (21/5) siang.
"Saat itu memang kondisinya cukup ramai dan padat. Saya langsung mendekat ke arah mobil ketika peti ingin dimasukkan," kata Aditya.
Memang saat peti dimasukkan ke dalam mobil, puluhan fotografer maupun juru kamera dari berbagai media langsung merangsek ke arah mobil untuk mengabadikan momen-momen tersebut. Tidak hanya itu saja beberapa warga juga tidak ingin ketinggalan mencoba mengabadikan saat-saat bersejarah itu baik dengan kamera digital atau kamera ponsel mereka, salah satunya Aditya ini.
"Saya merasa saat itu dipepet oleh tiga orang, sempat juga terasa ada yang ganjil di dompet HP yang ada di ikat pinggang sebelah kanan. Setelah selesai memotret, saya melihat ternyata dompet HP-nya sudah terbuka dan telponnya pun hilang," jelasnya.
Setelah itu, Aditya mengaku sempat mendekati salah satu dari tiga orang yang diduganya mencuri HP jenis CDMA miliknya itu.
"Tapi saat digeledah, saya tidak menemukan apa-apa," tambahnya seraya meyakini bahwa kawanan pencopet yang "tertarik" dengan HP-nya langsung memencar setelah beraksi.