
Solo, CyberNews. Keluarga Alm Gesang Martohartono menerima santunan dari Pemkot Surakarta sebesar Rp 10 juta. Santunan tersebut diserahkan langsung Wali Kota Joko Widodo (Jokowi) sebelum upacara pelepasan jenazah di Pendhati Gede Balai Kota Solo. Keponakan Gesang, Yuniarti didampingi Didit dari Yayasan Gesang, mewakili untuk menerima santunan.
"Keluarga sangat bangga dan berterima kasih ada perhatian yang besar, baik dari pemerintah maupun dunia. Tadi Pak Wali hanya berpesan, ini nanti untuk membantu tahlinan di rumah," kata dia.
Keluarga Gesang juga menerima bantuan dari Istana Kepresidenan di Yogyakarta. Kepala Istana Samadi enggan menyebut nilai bantuan tersebut. Hanya saja, pihaknya berharap bisa membantu keluarga yang ditinggalkan.
"Ini bentuk rasa duka kami untuk beliau," ujarnya.
Yuni yang selalu mendampingi Gesang hingga detik terakhir itu mengatakan, dia sekeluarga tetap akan mengupayakan pengembangan musik keroncong. Itu sesuai amanat yang tersirat saat Gesang memintanya menuliskan syair Jembatan
Merah di RS PKU Muhammadiyah, Kamis (20/5) pukul 10.00.
"Dia minta dituliskan syair Jembatan Merah. Setelah dilihatnya, Bapak minta itu diberikan ke pemain cello. Alat musik itu hanya ada pada musik keroncong. Jadi kami memaknai, bahwa beliau ingin keroncong bisa terus mengalun," paparnya.
Gesang dimatanya adalah pribadi yang kuat dalam balutan kesederhanaannya dan tak pernah mengeluh apa pun. Bahkan ketika mendengar Bengawan Solo diklaim negara lain, Gesang tak bereaksi.
"Hanya memang kebetulan saja, saat berita itu keluar bersamaan dengan kondisi Bapak menurun dan masuk RS lagi. Tetapi beliau tak pernah mengeluh. Meski selama perawatan jarum infus berulang kali menusuknya," kenang Yuni.
( Dini Tri W / CN16 )