panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Mei 2010 | 18:58 wib
Sholat Ghoib untuk Almarhum Gesang

Magelang, CyberNews. Almarhum Gesang bukan lagi milik Kota Solo atau pun Provinsi Jawa Tengah. Nama Gesang telah mendunia hingga menembus batas-batas territorial. Karya-karya besar sang Maestro telah membuat nama Indonesia harum di seluruh dunia.

Atas jasa-jasa pria yang terlahir dengan nama Gesang Martohartono ini, ratusan pelajar SMP Negeri 2 Salam, Kabupaten Magelang menghabiskannya sebagai pahlawan. Ia dianggap pahlawan yang sebenarnya, karena telah mendarma baktikan hidupnya untuk kemajuan musik keroncong.

Untuk itu, Jum’at (21/05), ratusan siswa SMP Negeri 2 Salam melakukan sholat ghoib untuk mendoakan arwah Gesang. Gesang yang lahir di Surakarta 1 Oktober 1917 ini meninggal dunia, Kamis (20/5) kemarin.

Sholat ghoib ini dipimpin oleh guru BK Muhdi SPd dan dilanjutkan doa bersama yang dipimpin guru agama Hj Aisyah. Acara ini digelar secara sederhana di mushola setempat. Mereka membawa foto almarhum Gesang yang dilengkap dengan biodata dan karya-karya Sang Maestro.

Menurut Wakasek Sarana Prasarana Dwi Harjono Gesang adalah sosok legendaris dengan puluhan karya monumental. Ia menciptakan lagu Bengawan Solo, Jembatan Merah, Caping Gunung, Aja Lamis, Sapu Tangan dan lain-lain.

Tak heran jika kemudian, Gesang memeroleh perhatian besar dari masyarakat internasional termasuk Jepang. Di Negeri Sakura ini nama Gesang sangat harum dan punya banyak penggemar. Selama hidup Gesang meraih banyak penghargaan seperti Bintang Penghargaan dari Kaisar Jepang Akihito (1992), dan dari OISCA Internasional Indonesia (1978).

Seusai sholat ghoib, para siswa melakukan doa bersama dan kemudian bersama-sama menyanyikan salah satu lagu Bengawan Solo. Suasana terlihat sangat khikmad dan mengharukan. Sejumlah siswa bahkan sampai meneteskan air mata.

Menurut Kepala SMP Negeri 2 Salam Drs Barudin sholat ghoib dan doa bersama itu diikuti 167 siswa dari kelas VII. "Ini untuk membiasakan siswa menghargai jasa para pahlawan dan pejuang bangsa. Gesang telah mengharumkan nama Indonesia di dunia sehingga layak jadi pahlawan," kata dia.

Dia berharap para siswa bisa mengikuti jejak Gesang. Bekerja dalam bidang apapun, para siswa harus melakukannya secara maksimal dan penuh dedikasi sehingga berguna bagi bangsa dan negara. "Seorang siswa harus kreatif seperti yang sudah almarhum Gesang contohkan," kata dia.

Kebetulan, kata dia, SMP Negeri Salam memiliki kegiatan ekstrakulikuler (ekskul) musik di mana salah satu di antaranya adalah mengenalkan dan engembangkan kesenian kroncong kepada generasi muda.

"Kami sangat kagum dengan Gesang. Beliau telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia melalui karya-karya monumentalnya. Kelak kami berharap bisa meneruskan perjuangan beliau," kata Anis Yuliati (13), salah satu siswa kelas VII.

( MH Habib Shaleh / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 10:20 wib
Dibaca: 70
26 Mei 2012 | 10:03 wib
Dibaca: 115
image
26 Mei 2012 | 09:50 wib
Borobudur Interhash 2012
Krisis Eropa Pengaruhi Kepesertaan
Dibaca: 102
26 Mei 2012 | 09:35 wib
Dibaca: 166
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER