
Solo, CyberNews. Kepergian maestro keroncong Gesang Martohartono membawa duka mendalam bagi kerabatnya. Sebelumnya, pihak keluarga sudah memiliki firasat kalau pencipta lagu Bengawan Solo itu akan tutup usia.
Yuniarti, salah satu kemenakan Gesang menuturkan, saat menjelang salat Magrib, Gesang menanyakan antara timur dan barat jauh mana. Mereka mengartikan bahwa barat adalah makam Pracimaloyo di Makam Haji Kartasura. Sedangkan kalau timur adalah taman makam pahlawan (TMP) yang berada di Jebres.
"Firasat kami seperti itu. Tapi, saat ditanyai, kami hanya menjawab iya. Beliau tanya kono (timur) karo kono (barat) adoh ngendi," kata Yuniarti.
Tak berselang lama, firasat itu benar terjadi. Gesang pun meninggalkan kerabatnya untuk selama-lamanya. Sebenarnya, pihak keluarga belum mempercayai meninggalnya pria kelahiran 1 Oktober tersebut. Itu karena, kondisi Gesang semakin membaik. Bahkan, pagi harinya sekitar pukul 10.00 WIB saat berada di rumah sakit, Yuniarti diminta menuliskan teks lagu Jembatan Merah untuk yang selanjutnya akan dinyanyikan.
"Awalnya, beliau minta pulpen dan secarik kertas. Setelah itu, saya disuruh menulis teks lagu Jembatan Merah. Kemudian, beliau menyanyikannya meski dengan suara tertatih-tatih," jelasnya.
Setelah itu, Gesang meminta Yuniarti agar mnyerahkan teks lagu tersebut ke pemain Selo suatu saat. "Katanya, saya disuruh mengasihkan teks itu. Tapi, kertasnya tertinggal di rumah sakit. Nanti akan saya cari kembali. Saya tidak tahu pesan itu mengandung arti apa,'" tuturnya.
Menurut Yuniarti, pihak keluarga mengikhlaskan kepergian Gesang. Bahkan, sejak sakit pun, para kerabat rela dan tulus dalam merawatnya. "Kami ikhlas lahir batin," imbuhnya.
Saat meninggal, lanjut dia, Gesang seperti merasa tidak ada beban dalam hidupnya. "Mudah-mudahan khusnul khotimah. Beliau juga membaca kalimat suci sesaat sebelum diambil sama Yang Maha Kuasa," tandasnya.
Sementara itu, setelah kabar meninggalnya Gesang, suasana rumah duka banyak dikunjungi pelayat. Mulai kerabat dekat, tetangga hingga masyarakat luas mendatangi rumah yang beralamat di Kemlayan, Solo. Jenazah Gesang sendiri tiba di rumah pukul 20.26 WIB dengan ambulans milik rumah sakit PKU Muhammadiyah.
( Arif M Iqbal , Gading Persada / CN13 )